Aksi Bripka Arif, Pinjamkan Tabung Oksigen ke Warga Tak Mampu

·Bacaan 4 menit

VIVA – Permintaan oksigen di Kota Bogor terus naik, seiring terus bertambahnya angka positif COVID-19. Terhitung perhari Senin 5 Juli 2021, data Dinas Kesehatan mencatat, warga yang positif bertambah 562 orang, hingga menjadi 5.378 orang. Totak kasus 22.664 dengan jumlah kasus yang sudah sembuh 16.995.

Seiring dengan banyaknya kasus positif, ketersediaan tabung oksigen dan isinya kini dicari banyak orang. Banyak pihak rumah sakit menanyakan ketersediaan liquid oksigen di agen-agen distributor oksigen. Tak hanya rumah sakit, masyarakat yang sedang isolasi mandiri mengantre di tempat agen-agen distributor oksigen. Para agen distributor mulai menaikan harga dari Rp40 ribu hingga Rp70 ribu rupiah.

Namun dibalik kondisi harga naik, distributor Medical Oxygen Al Royan yang ada di Jalan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, mengambil langkah kemanusiaan. Distributor yang dimiliki anggota Polres Bogor bernama Bripka Arif Rahman, melakukan aksi kemanusian dengan menggratiskan oksigen ke warga yang tidak mampu.

Di tengah kelangkaan tabung, pria yang akrab disapa Aries itu meminjamkan aset tabung kecil yang tersisa miliknya kepada warga yang membutukan.

"Ini kan terkait ini kan sedang langka kemarin kelangkaan liquid oksigen, sedangkan tabung di tempat kami masih belum bisa beli, kita juga nggak bisa jual," ujarnya kepada VIVA, Selasa 6 Juli 2021.

Aries mengungkapkan bisnis oksigen yang ditekuni keluarganya sejak tahun 1970-an itu bukan hanya bisnis mencari untung semata. Melainkan dibutuhkan hati nurani untuk menyediakan dan melayani kebutuhan warga.

"Makanya tadi kami menyiapkan tabung dan keluarga memutuskan untuk meminjamkan kepada yang tidak mampu yang membutuhkan, karena membutukan sekali, cari tabung sana sini tidak dapat, kita perlu hati nurani," ungkapnya.

Aries mengungkapkan, saat ini warga mulai kesulitan mencari tabung oksigen ukuran satu meter kubik. Tak hanya warga, satu persatu penjual distributor pengisian oksigen di Kota Bogor kini mulai kehabisan stok tabung oksigen dan hanya bisa melayani pengisian oksigen. Bahkan, sulit mendapatkan dari importir tabung.

"Tabung yang kecil itu sudah enggak ada dua minggu yang lalu dari pasaran, saya sudah enggak jual, biasanya di sini," katanya.

Aries mengatakan, saat ini terjadi kenaika harga dari harga Rp35 ribu, distributor lain menjualnya Rp55 ribu sampai Rp70 ribu, untuk tabung ukuran satu kubik. Sedangkan tokonya hanya menjual dengan harga Rp40 ribu rupiah. Bahkan bagi warga yang tidak mampu ia memberikannya secara gratis.

"Untuk harga di sini kita tidak signifikan karena kan ini menyangkut masalah untuk masyarakat yang menbutukan untuk pernafasan,karena tabung-tabung yang satu meter kubik itu kalau dijual dengan harga dua kali sampai tiga kali lipat itu menurut kami tidak manusiawi, karena ini menyangkut nyawa dan kesehatan manusia," katanya.

Aries mengaku tak menaikan harga dengan alasan kemanusiaan. Dia menilai kondisi seperti ini tidak mau membebani masyarakat yang sedang membutuhkan oksigen.

"Karena tabung yang satu meter kubik itu dinaikkan sampai berkali-kali lipat itu bagaimana masyarakat yang membutuhkannya tiga sampai empat kali pengisian sehari. Bayangkan bisa membutuhkan dana Rp300 ribu perhari. Makannya kami berusaha untuk tabung-tabung tetap terisi dan harga tetap stabil," jelas Aries.

Aries menjelaskan, alur pengisian tabung besar sendiri didapatkan distributor dari filling station. Saat ini terjadi kelangkaan pengisian di filling station sehingga mengakibatkan kenaikan harga liquid oksigen.

"Tapi kenaikan harga itu sebetulnya bisa dikendalikan kalau misalnya si pejualnya distributornya punya hati nurani, itu kuncinya," ungkapnya.

Aries mengakui ada kenaikan harga dari filling station ataupun dari pabrikan liquid oksigen, hanya saja jangan sampai para distributor menaikan persentase harga sampai dua sampai tiga kali lipat.

Melihat kondisi ini, Magister Hukum yang kini bertugas sebagai penyidik di Satuan Narkoba Polres Bogor itu mengajak para distributor untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan di bisnis pengisian oksigen dengan menaikan harga berkali-kali lipat. Sebab, tabung satu meter kubik, banyak dibutuhkan oleh pasien-pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri.

"Kita di sini naik, cuma sedikit karena kemanusiaan harus dilihat itu. Jadi saya mengajak teman-teman para distributor tolong jangan menyulitkan orang-orang yang sedang sulit juga gitu, ini ada unsur kemanusiannya lagi. Kita usaha bisnis tapi jangan sampai memanfaatkan momentum memberatkan kepada orang-orang yang membutuhkan apalagi ini dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit, dosa kita juga," ungkapnya.

Aries mengatakan selain pengisian tabung kecil, tokonya memasok 11 rumah sakit di Kota Bogor. Untuk mencari liquid, dirinya harus mengisi di luar kota, sebab di Kota Bogor tidak ada filling station oksigen.

"Kami biasa isi filling station di Kabupaten, di Gunungputri, Cileungsi, Cibinong, Bilabong Kemang, pengisian tabung besar itu harus pakai listrik. Kalau di sini pakai transfer dipindahkan ke tabung kecil," jelasnya.

Aries menyampaikan pesan bagi masyarakat bahwa melonjaknya permintaan oksigen hingga terjadi kelangkaan menjadi bukti bahwa protokol kesehatan harus dipatuhi masyarakat.

"Sekarang sedang PPKM Darurat bagi saudara semua tolong ingat terus pakai masker, pakai handsanitizer cuci tangan, jangan berkerumun. Sekarang masyarakat kesulitan mencari tabung, jadi ikuti anjuran pemerintah," imbaunya.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel