Aksi Bullying Disabilitas Disorot Ridwan Kamil, Polisi Tangkap 3 Pelaku di Cirebon

Merdeka.com - Merdeka.com - Satreskrim Polresta Cirebon Jawa Barat menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan dan perundungan (bullying) anak distabilitas di bawah umur. Video aksi bullying tersebut tersebar luas di media sosial.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur distabilitas itu mengundang kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil yang mengunggah di media sosial.

"Kami sudah mengamankan tiga dari empat pelaku pengeroyokan dan perundungan anak distabilitas," kata Kasatreskrim Polresta Cirebon Kompol Anton di Cirebon dilansir Antara, Rabu (21/9).

Menurutnya, tiga pelaku yang diamankan masih berstatus pelajar di salah satu SMA yang berada di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Mereka berusia 15-16 tahun dan masih di bawah umur.

Aksi pengeroyokan dan bullying dilakukan oleh empat orang di salah satu gubuk. Aksi mereka didokumentasikan menggunakan video, kemudian disebar melalui media sosial.

"Setelah video itu tersebar, kami menerima laporan dari keluarga korban dan langsung mengamankan tiga pelaku," tuturnya.

Anton mengatakan tiga orang yang telah diamankan masih dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka.

Ketiga pelaku terancam dijerat UU Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak dan pasal 80 jo pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

"Para pelaku ini ada yang menginjak, menendang, memukul, dan juga merekam," katanya. [ray]