Aksi Emak-Emak Bela Risma Menjamur di Surabaya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Surabaya - Gelombang aksi emak-emak bela Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) masih berlanjut di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (29/11/2020). Aksi hari ini terjadi di dua tempat yang berbeda, di Gelora 10 Nopember Surabaya dan di Balai Kota Surabaya.

Ormas Bangun Marwa Perjuangan Indonesia (BMPI) Surabaya, di bawah guyuran hujan, emak-emak dan puluhan pemuda berorasi, menolak ada praktik premanisme, saat rangkaian Pilkada Surabaya 2020.

"Kami menolak cara-cara preman di Pilkada Surabaya, terlebih lagi video yang meneriakan 'Hancurkan Risma'. Jadi intinya kami Bangun Marwa Perjuangan Indonesia (BMPI) ini, yang sekaligus saya pimpin ormas ini, saya tidak pernah lelah kalau ada orang yang akan meruntuhkan atau menghancurkan Bu Risma, selaku Wali Kota sah, ini tidak boleh terjadi di Surabaya," ujar Ketua BMPI Surabaya, Dewi Widawati Sugandi di Gelora 10 November Surabaya.

Dewi menambahkan, keinginan dari ormas ini, suasana politik yang damai di Surabaya, terutama jelang Pilkada Serentak 2020.

"Kami hanya menuntut Pilkada yang damai, tidak ada intimidasi, tidak ada yang mendikriminasikan Bu Risma, siapa pun itu yang akan menyisihkan Bu Risma, saya BMPI Surabaya akan berdiri paling depan, yang akan melawan mereka-mereka itu, karena kebaikan tidak harus dihancurkan, kebaikan kita tata dan menjunjung tinggi hak orang Surabaya untuk memilih," ujar dia.

Selain itu, gerakan dari orang-orang yang ada di dalam video tersebut, juga menuai kecaman karena membawa nama orang nomor wahid di Surabaya.

"Bahwa ini adalah trik-trik politik busuk, yang menjatuhkan paslon. Kalau dia menjatuhkan Paslon lainnya, jangan menjatuhkan Bu Risma, karena Bu Risma itu bukan paslon. Kami berterima kasih pada Bu Risma, Bu Risma sudah menjadikan Kota Surabaya menjadi lebih bagus dan maju," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kirim Karangan Bunga

Gelombang aksi emak-emak bela Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) masih berlanjut di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (29/11/2020). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Gelombang aksi emak-emak bela Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) masih berlanjut di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (29/11/2020). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu di Balai Kota Surabaya, emak-emak dari Simokerto dan Wiyung memberikan bantuan moral kepada Risma dengan mengirimkan karangan bunga yang dipasang di Balai Kota Surabaya.

Emak-emak dari dua wilayah di Surabaya ini memesan karangan bunga bertuliskan "Militan Emak-Emak Wiyung Bersama Bu Risma Wani Lawan Premanisme dan Mafia", sebagai dukungan kepada Wali Kota Risma. Karena menurut mereka video nyanyian berisi ujaran kebencian tersebut harus dilawan karena tak peduli dengan kemajuan Surabaya selama ini.

"Jadi kita ingin menandingi bahwa kita emak-emak Kota Surabaya bersama-sama dengan Bu Risma melawan mereka yang tidak peduli dengan kemajuan Surabaya yang sudah selama ini kita nikmati," kata Lena Rini Melati selaku perwakilan Emak-emak.

Emak-emak ini merasa marah dan sedih, ketika menonton video nyanyian yang menyudutkan Risma yang telah membangun Surabaya selama 10 tahun.

"Sebagai Ibu kenapa mesti dihancurkan, tetapi kita tidak melawan dengan sama-sama kekerasan, tapi kita peduli dengan seperti ini. Ini adalah salah satu bentuk kecintaan kita kepada Ibu Risma," lanjut Lena.

"Sangat tidak pantas sebetulnya karena beliau selama ini masih memimpin, beliau masih menjadi Wali Kota kita," tegas Lena ketika ditanya kepantasan video nyanyian tersebut.

Dari pantauan media ini, di halaman depan Balaikota Surabaya, terdapat puluhan karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat dan ormas serta komunitas yang berisi tulisan dukungan moral dan disertai tagar #SaveBuRisma dan #SaveSurabaya.