Aksi Gila 7 Orang Anggota Pasukan Langit Kostrad Hadapi Ratusan KKB

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Salah satu satuan elite milik Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) yang kenyang dengan pengalaman tempur, adalah Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha (Yonif Linud 501/BY). Ada sebuah kisah menegangkan saat sembilan anggota Yonif Linud 501/BY dikepung ratusan pemberontak.

Dirangkum VIVA Militer dari berbagai sumber, sembilan orang anggota satuan elite yang kini bernama Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha (Yonif PR 501/BY), untuk menjemput dan mengawal Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) kala itu, Jenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani.

Saat itu, perintah datang dari Wakil Komandan Yonif (Wadanyon) Linud 501/BY, Mayor Inf Wibisono, kepada Sersan Dua (Serda) Trilis, 9 Maret 1984.

Setelah perintah datang, Serda Trilis membawa delapan orang lainnya untuk ikut bersamanya menjemput Benny Moerdani. Trilis beserta anak buahnya menaiki empat kendaraan, untuk menjemput Moerdani di Distrik Viqueque.

Bukan perkara mudah untuk mencapai Distrik Viqueque. Sebab, Trilis dan delapan pasukan Yonif Linud 501/BY harus melewati hutan belantara dan jalan tanah. Belum lagi, ancaman dari anggota kelompok pemberontak Front Revolusi Kemerdekaan Rakyat Timor-Leste (Fretilin).

Benar saja, pada 10 Maret 194 sekitar pukul 04.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) sembilan orang anggota Yonif Linud 501/BY itu dikepung ratusan milisi Fretilin. Tanpa basa-basi, para anggota pemberontak itu pun langsung menembaki kendaraan berikut sembilan orang prajurit TNI itu.

Serda Trilis tewas akibat terkena tembakan. Mengerahui pimpinannya tewas, delapan orang prajurit TNI lainnya pun turun dari kendaraan dan membalas tembakan milisi Fretilin. Sayang, beberapa saat kemudian Prajurit Satu (Pratu) Imam juga tewas.

Tujuh orang anggota Yonif Linud 501/BY yang tersisa, tetap mencoba bertahan. Di sisi lain, anggota Fretilin yang unggul jumlah meneriakkan perintah untuk menghabisi para prajurit TNI yang tersisa.

Ratusan anggota Fretilin semakin bergerak maju hingga jarak dengan pasukan Yonif Linud 501BY tinggal berjarak 10 meter. Siapa sangka, saat maut hendak mendatangi ketujuh prajurit TNI Angkatan Darat itu, tembakan mortir meledak dan menewaskan beberapa anggota Fretilin.

Ternyata, tembakan mortir itu datang dari helikopter milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang datang dari udara. Seketika ratusan anggota Fretilin jadi sasaran empuk tembakan udara helikopter Korps Marinir. Ratusan anggota Fretilin tercerai berai dan lari tunggang langgang masuk hutan.

Pada akhirnya, ketujuh orang anggota Yonif Linud 501/BY berhasil selamat dari kepungan anggota Fretilin. Ketujuh prajurit dan jenazah dua orang anggota Yonif Linud 501/BY kemudian dievakuasai ke Kalikai.