Aksi Gila Jepang Tumpahkan Air 'Beracun' ke Laut, China Lawan AS Lagi

Toto Pribadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rencana pemerintah Jepang untuk membuang air limbah berbahaya ke laut mendapat kecaman dari beberapa negara. Terbaru, China dan Korea Selatan menjadi dua negara tetangga Jepang yang menentang rencana 'gila' tersebut.

Sebelumnya diberitakan pemerintah Jepang berencana akan membuang 1 juta ton lebih air terkontaminasi limbah pembangkit listrik tenaga nuklirnya di Fukushima Daiichi.

Langkah tersebut diambil karena tempat penampungan limbah yang tak lagi mencukupi dan sebagai langkah untuk kembali melanjutkan pengoperasian komplek pembangkit listrik tersebut yang sempat lumpuh oleh gempa dan tsunami 2011 silam.

Jepang sendiri mengklaim jika air limbah beracun ini telah dilakukan tahap-tahap 'penetralan' sebelum ditumpahkan ke lautan. Termasuk dengan menghilangkan kandungan berbahaya yang terlarut. Namun radioaktif seperti tritium masih belum terfilter.

"Pemerintah mempertimbangkan bahwa pembuangan ke laut sebagai sebuah metode yang realistis. Kami akan memastikan keamanannya dengan standar yang ada," kata Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, dikutip dari Jiji.com.

Meski pemerintah Jepang mencoba meyakinkan dengan berbagai dalih, namun rencana tersebut tetap mendapat tentangan dari beberapa negara tetangga. China, Taiwan dan Korea Selatan yang terakhir menentang rencana pemerintah Jepang tersebut.

Kementerian Luar Negeri China langsung bereaksi keras dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan rencana pemerintah Jepang tersebut sebagai langkah sepihak tanpa mempertimbangkan kerugian dan bahayanya bagi negara tetangga.

"Tokyo seharusnya tidak secara sewenang-wenang melepaskan air limbah sampai mencapai kesepakatan dengan negara-negara terkait dan komunitas internasional," tulis pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri China.

Namun aksi Pemerintah Jepang tersebut bukan tanpa dukungan. Amerika Serikat yang selama ini memang dikenal sebagai 'teman dekat' Jepang datang membela. Bahkan tanpa sungkan, pemerintah AS memahami rencana Jepang untuk menumpahkan air beracun tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Jepang atas transparansinya terkait dengan pengelolaan dan rencana pembuangan air dari pembangkit listrik Fukushima Daiichi," tulis Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam tweetnya.

Sejatinya, kecaman dari rencana Jepang membuat air limbah beracun tersebut juga mendapat tentangan keras dari pelaku industri perikanan di Jepang. Bagi mereka langkah pemerintah Jepang tersebut akan membuat laut tercemar dan merusak ekosistem. Bahkan kini protest keras terjadi di beberapa wilayah di Jepang guna menentang rencana tersebut.