Aksi Jual Tekan Uang Kripto, Elon Musk Masih Pegang Bitcoin?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bos Tesla, Elon Musk tampaknya tidak akan menghindar dari bitcoin, meskipun ada aksi jual besar-besaran pada uang kripto. Hal ini merujuk pada cuitan Elon Musk media sosial Twitter pada Rabu, 19 Mei 2021.

Melalui kombinasi teks dan emoji, Musk mengatakan "Tesla memiliki ‘(emoji) diamond hands’,". ‘Diamond hands’ dalam dunia saham dapat diartikan seseorang yang memegang saham dengan teguh. Dengan begitu, cuitan Elon Musk itu menyiratkan Tesla kemungkinan tidak akan melepaskan USD 1,5 miliar dalam bitcoin.

Mata uang kripto paling populer di dunia itu anjlok mendekati posisi USD 30.000 atau sekitar Rp 429,29 juta (asumsi kurs Rp 14.309 per dolar Amerika Serikat) pada perdagangan Rabu, 19 Mei 2021. Tekanan terhadap bitcoin seiring aksi jual lebih lanjut besar-besaran yang dimulai pekan lalu.

Dilansir dari CNBC, Kamis (20/5/2021), bitcoin kini telah kehilangan semua keuntungan yang diperoleh setelah Tesla mengumumkan bahwa ia akan membeli cryptocurrency senilai USD 1,5 miliar.

Pada 12 Mei 2021, Musk mengatakan Tesla telah menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan bitcoin, dengan alasan masalah lingkungan atas proses penambangan. Menyusul pernyataan itu, pasar uang kripto amblas USD 300 miliar pada hari yang sama.

Musk juga menyarankan di Twitter selama akhir pekan Tesla mungkin menjual kepemilikan bitcoin-nya, tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa perusahaan tersebut tidak akan menjual.

Miliarder Ini Prediksi Bitcoin Bakal Menguat

Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Sebelumnya, Miliarder Mike Novogratz mendorong investor aset kripto untuk mempertahankan posisi mereka meskipun ada aksi jual tajam. Aksi jual besar-besaran itu berimbas pada anjloknya harga uang kripto bitcoin mendekati posisi USD 30.000.

CEO Galaxy Digital itu bahkan mendorong investor untuk membeli selama penurunan. Dalam video berdurasi dua setengah menit yang dirilis oleh perusahaannya, Mike mengatakan, volatilitas itu normal.

"Pasar sekarang akan berkonsolidasi selama berminggu-minggu, jika bukan beberapa bulan, karena itu membangun kembali kepercayaan," kata Novogratz, dilansir dari Business Insider, Kamis, 20 Mei 2021.

Dia mengatakan 'likuidasi raksasa' adalah pertemuan dari banyak faktor. Termasuk dari tenggat waktu pajak yang telah lewat baru-baru ini.

Hal itu telah memenuhi syarat beberapa kepemilikan mata uang kripto menjadi keuntungan modal jangka panjang. Hingga sentimen dari pernyataan Elon Musk mengenai dampak bitcoin terhadap lingkungan.

"Saya ingin menekankan dengan keras dan jelas bahwa kemajuan mendasar yang terjadi di kedua ekosistem bitcoin, ekosistem Ethereum, di sebagian besar ekosistem kripto sangat cepat."

"Crypto mengalami pencucian ini sebelumnya dan selalu kembali kuat,” imbuh dia.

Menurut data dari CoinMarketCap.com, kapitalisasi pasar untuk mata uang digital global merosot USD 1,35 triliun pada Rabu, turun 47 persen dari posisi puncak baru-baru ini USD 2,56 triliun pada 12 Mei 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini