Aksi Kawanan Begal Rekening Terbongkar, Modusnya Tawarkan Program Nasabah Prioritas

Merdeka.com - Merdeka.com - Kawanan begal rekening menguras habis uang dalam rekening nasabah. Pelaku ditangkap Desa Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering IIir Sumatra Selatan pada Kamis (14/7).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku yakni R dan B menggunakan modus dengan menawarkan program upgrade menjadi nasabah prioritas.

Mereka mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp Messenger seolah-olah karyawan dari bank tertentu yang hendak mengajak menjadi nasabah prioritas.

"Para tersangka menipu dengan menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi," kata Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol M. Hari Agung Julianto dalam keterangannya, Selasa (19/7).

Agung menerangkan, kedua pelaku meminta data pribadi seperti nomor ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC dan password. Ada satu orang nasabah yang menjadi korban. Uang sejumlah Rp181 juta raib bak ditelan bumi.

"Pelaku mengirimkan link ke nomor WhatsApp korban dibujuk untuk masuk ke link tersebut. Selain itu diminta memberitahukan nomor kartu debitnya dan CVV-nya," ujar Agung.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain senjata api dan amunisi. Tersangka dijerat Pasal 372 KUHP, Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kanit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Maulana Mukarom menambahkan kawanan penipupunya peran masing-masing.

"Ada mencari dan menelepon target, serta mencairkan uang hasil kejahatan. Pelaku adalah pelaku yang teroganisir masing-masing punya peran. Dua orang sudah lama melakukan tindakan kejahatan kami tangkap di posko di gubuk dalam hutan," ujar dia.

Mukarom menyampaikan, selain peralatan menipu, polisi menemukan senjata api dilengkapi dengan peluru. Senjata itu diyakini digunakan untuk melawan bila ditangkap.

"Senjata ini ilegal keterangan untuk membela diri," ujar dia.

Mukarom mengatakan, pihaknya juga menyita barang bukti narkoba jenis sabu. Mereka diduga bagian dari pengedar narkoba.

"Kasus narkoba koordinasi dengan Ditresnarkoba untuk mengusut secara mendalam," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel