Aksi Korporasi Sesama Anak Usaha Telkom

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Operator seluler Telkomsel mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020.

Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan portofolio bisnis yang akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan pengembangan kedua perusahaan secara jangka panjang. Informasi saja, Mitratel merupakan anak usaha dari Telkom.

Baca: Pemerataan Kualitas Jaringan 4G LTE demi Gaya Hidup Digital

Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi dari Telkomsel ke Mitratel dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Tahap pertama sudah dilaksanakan pada Oktober tahun lalu yang melibatkan pengalihan 1.911 menara.

Kini, tahap finalisasi dilakukan dengan mengalihkan kepemilikan dari 4.139 menara, sehingga secara keseluruhan terdapat 6.050 menara telekomunikasi yang secara resmi telah dialihkan Telkomsel ke Mitratel.

"Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi ini juga diharapkan mampu mengakselerasikan penataan portofolio di dalam Telkom Group sekaligus memperkuat kolaborasi secara holistik," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, Jumat, 26 Februari 2021.

Ia melanjutkan, melalui inisiatif ini, maka kedua anak usaha Telkom tersebut bisa semakin fokus terhadap bisnis inti dan strategi korporasinya masing-masing. Selain itu, aksi korporasi ini juga menjadi momentum bagi Telkomsel dan Mitratel dalam memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis.

“Pengalihan portofolio antara Telkomsel dengan Mitratel dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya, yaitu pada triwulan pertama tahun ini. Kami juga akan memaksimalkan hasil dari aksi korporasi untuk memperkuat rencana strategis membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menambahkan, rampungnya proses pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi tentunya bagian dari persiapan membuka bisnis menara atau unlock tower business.

Hal ini juga mempertegas posisi Mitratel sebagai salah satu provider menara telekomunikasi dengan jangkauan terluas dan terbesar di Indonesia. "Ke depan, kami berharap melalui penguatan portfolio ini dapat menjadi modal utama untuk market expansion dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia," ungkap Ardi.