Aksi Memukau Ratusan Prajurit Paskhas di Langit Makassar

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ratusan pasukan elit TNI Angkatan Udara yang berasal dari Satuan Mawing II Paskhas, Yonko 466 Paskhas, dan Denhanud 472 Paskhas hari ini melaksanakan latihan Terjun Penyegaran atau Jungar.

Aksi ratusan prajurit tempur TNI Angkatan Udara itu sontak saja menarik masyarakat sekitar. Karena parasut yang warna-warni dalam jumlah besar itu menghiasi langit Kota Makassar.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Korpaskhas TNI AU, Rabu, 17 Februari 2021, ratusan penerjun pasukan elit TNI AU itu diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130/A-1323 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dengan Pilot Mayor Pnb Ave.

Latihan Jungar Statik dan Free Fall itu menargetkan posisi pendaratan penerjun di Drooping Zone (DZ) area grass strip run way 13 Lanud Sultan Hasanuddin.

Komandan Wing II Paskhas Kolonel Pas Wahyu Tunggul menyatakan, pihaknya akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan personel pasukan dalam bidang penerjunan. Karena dengan latihan penerjunan merupakan salah satu pembinaan kemampuan personel agar menjadi prajurit yang profesional serta militan.

"Latihan jungar yang melibatkan ratusan prajurit Paskhas ini setiap tahunnya harus selalu di tingkatkan, hal ini berkaitan dengan pembinaan kemampuan yang dimiliki prajurit Paskhas dalam bidang penerjunan sehingga kedepannya akan tercapai prajurit yang militan, loyal professional dan berdedikasi. Dalam latihan ini para peterjun selalu di tekankan untuk selalu mengikuti prosedur penerjunan sehingga dapat tercapainya suatu latihan dengan zero accident," kata Komandan Wing II Paskhas Kolonel Pas Wahyu Tunggul.

Dia menambahkan, sebelum latihan jungar dilaksanakan, para prajurit telah melakukan latihan fisik dengan melakukan ground training dengan berpusat pada penguatan otot kaki dan perut.

Tidak hanya itu, lanjutnya, para prajurit Paskhas TNI AU itu juga sudah dibekali sejumlah materi, seperti melipat parasut, mengatasi tabrakan di udara, teknik seretan apabila setelah mendarat payung terbawa oleh angin, serta dibekali teknik exit yang benar.

Kolonel Pas Wahyu Tunggul juga mengatakan, selama proses latihan berlangsung para penerjun juga tetap mengedepankan protokol kesehatan. Mereka melakukan Swab Test sebelum terjun dengan hasil seluruhnya dinyatakan non-reaktif, dan diwajibkan menggunakan masker serta sarung tangan ketika berada di dalam pesawat.

Baca juga: OPM Berulah, TNI Kerahkan Pasukan Garuda Merah ke Sektor Utara Papua