Aksi Pemerasan di Sumsel Berakhir Dramatis, 1 Pelaku Tewas dan 3 Rekannya Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi pemerasan disertai penyanderaan di Musi Banyuasin, Sumsel, berakhir dengan dramatis. Seorang di antara empat pelaku bahkan tewas setelah ditembak petugas.

Peristiwa ini terjadi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (15/9). Kejadian bermula saat lima warga, OM (65), AR (35), UJ (37), SR (30), dan RD (50), sedang bermain gaplek di salah satu rumah.

Tiba-tiba datang empat pelaku, AE (30), EM (27), FR (33), dan AR (25), menyergap mereka. Keempat warga Palembang itu mengaku sebagai anggota Polda Sumsel dan membawa kelima warga ke dalam mobil.

Minta Uang Damai Rp30 Juta

Di situ, para pelaku meminta kelima warga menyerahkan uang damai Rp30 juta agar tidak dibawa ke kantor polisi. Para korban dituduhkan terlibat dalam tindak pidana kejahatan.

Alhasil, salah seorang korban menghubungi keluarga untuk dibawakan uang tebusan. Merasa ada yang tak beres, keluarga menghubungi polisi.

Petugas gabungan dari Polsek Babat Toman dan Polres Musi Banyuasin melakukan pengejaran. Mobil sasaran ditemukan dan langsung diperintahkan berhenti. Tembakan peringatan dilepaskan.

Beberapa kali ditembak, mobil tersebut tetap melaju. Kendaraan baru berhenti setelah polisi menembak roda belakangnya.

Seluruh Korban Selamat

Pelaku AE keluar dari mobil sambil menodongkan senjata api, belakangan diketahui benda itu ternyata pistol mainan. Polisi beberapa kali melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Lantas petugas menembak AE dan mengenai kepala belakangnya. Dia tewas di tempat. Tiga pelaku lain diamankan, sedangkan kelima korban selamat.

Kasatreskrim Polres Musi Banyuasin AKP Dwi Rio Andrian mengungkapkan, keempat pelaku bermaksud melakukan pemerasan dengan modus berpura-pura menjadi polisi. Keluarga korban melapor dan kasusnya terungkap.

"Tiga pelaku diamankan dan satu pelaku tewas karena melawan," ungkap Dwi.

Untuk tiga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan para pelaku. [yan]