Aksi Polisi di Tangerang Panjat Truk untuk Rapikan Kabel Semrawut

Merdeka.com - Merdeka.com - Gerak cepat dua anggota Polres Kota Tangerang, merapikan kabel jaringan internet semrawut dan menjuntai tanah di Jalan Raya Serang, dekat pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, patut diacungi jempol. Pasalnya, kabel internet yang menjuntai ke tanah itu, menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan arteri dari Kabupaten Tangerang menuju Kabupaten Serang.

Terlebih lalu lintas jalan tersebut dilalui kendaraan-kendaraan besar menuju kawasan industri dan pergudangan, yang ada di sekitar kawasan Kabupaten Tangerang.

Kasat Samapta, Kompol Sutopo Wibowo menjelaskan, proses perapian kabel internet yang menjuntai ke tanah merupakan aksi spontan petugas, saat menerima laporan masyarakat terkait kemacetan panjang di depan pasar Cikupa, Jumat (4/11) kemarin.

Dia menyebut, dua anggotanya itu harus bergerak cepat dengan mengikat kabel yang menjuntai ke tanah, agar kemacetan kendaraan bisa segera diurai.

"Anggota kami yang sedang patroli saat itu, Aipda Mukti dan Briptu Safrijal menerima laporan masyarakat perihal kemacetan di Pasar Cikupa. Saat itu kedua anggota bergerak dan langsung melakukan pengecekan. Setelah dilihat ternyata penyebabnya kabel internet yang jatuh ke tanah," kata Sutopo.

Sementara itu Aipda Mukti mengatakan, aksi merapikan kabel tersebut dilakukan karena dia berpikir jika harus menunggu pihak perusahaan yang merapikan akan membutuhkan waktu lama.

"Sementara antrean kendaraan sudah terlalu panjang, maka saya dan rekan Briptu Safrijal, melakukan tindakan spontan," tutur Mukti, Selasa (8/11).

Kabel tersebut dia ikat dengan kabel lain yang ada di udara. Dia bahkan harus naik truk boks yang pada saat itu melintas.

"Saat ada truk boks besar itu kami berhentikan, saya minta tolong ke sopir untuk saya bisa naik ke boks truk, agar saya bisa ikat kabel yang mengganggu kendaraan itu. Kalau pakai tangga, kita enggak punya tangga setinggi itu, jadi kendaraan truk yang melintas itu saya tumpangi agar bisa mengikat kabelnya, karena itu cukup tinggi posisi kabel lain," ungkap ayah enam anak laki-laki itu.

Sementara Mukti berada di atas boks truk besar yang diberhentikan, rekannya, Safrijal melakukan pengaturan kendaraan sepeda motor agar tetap bisa melintas di sela-sela truk yang dihentikan.

"Awalnya saya tunjang kabel dengan batang bambu, kemudian saya menaiki truk agar bisa mengaitkan kabel yang menjuntai ke kabel-kabel lain di udara. Lilitan kabel itu, saya ikat secepat mungkin. Karena saya naik ke atas boks truk antrean kendaraan sudah panjang, saya upayakan ikatan itu kencang, dan mengikatnya dengan cepat, agar kendaraan bisa segera lewat," ucap dia.

Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit, kabel yang mengganggu arus lalu lintas kembali menggantung di udara. Dan kendaraan bisa melintasi jalan raya Serang dengan lancar.

"Setelah lancar saya dan Briptu Safrijal lanjut tugas Turjawali, memang itu tugas saya. Saya berharap pemilik kabel-kabel juga memerhatikan kondisi kabelnya, jika mengganggu harusnya cepat dirapihkan," kata pria yang bertugas di Kepolisian sejak tahun 2001.

Dia mengaku, sebagai anggota pengatur, penjaga, pengawalan dan patroli harus benar-benar sigap saat melakukan tugas dan fungsi jabatannya di lapangan. Anggota polisi yang pernah ditugaskan di Polsek Panongan ini, mengaku selalu siap menjalankan mengemban tugas dan jabatan yang diperintahkan pimpinan.

"Moto saya dalam bekerja itu, melaksanakan tugas pokoknya, bukan pokoknya melaksanakan tugas," terang Mukti. [cob]