Aksi Prajurit TNI AL Selamatkan 4 ABK KM Aina Jaya di Tengah Laut

Siti Ruqoyah, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kapal Motor Aina Jaya, yang akan mengangkut hasil perkebunan sawit, bocor setelah menabrak beting atau kedangkalan di perairan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Empat anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan TNI Angkatan Laut (AL).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat sore, 25 Desember 2020, sekitar pukul 17.00 WIB. KM Aina Jaya GT 6 mengalami kebocoran dan karam di alur pelayaran Belawan tepatnya di sekitar bouy 9 perairan Belawan. Kemudian, TN AL menerima laporan ada kapal mengalami kebocoran langsung bertindak mendatangi lokasi kejadian.

Dengan menggunakan Kapal Patkamla Teluk Nibung langsung menuju lokasi melaksanakan SAR untuk memberikan pertolongan kepada KM. Aina Jaya. Petugas TNI AL menemukan ABK sedang melakukan menguras air yang sudah masuk ke dalam kapal dengan menggunakan mesin pompa air atau alkon

Namun Alkon tersebut tidak dapat dihidupkan, sehingga air semakin banyak yang masuk ke dalam kapal, dan mengakibatkan kapal semakin tenggelam bagian buritan kapal. TNI AL langsung mengevakuasi dan menyelamatkan keempat awak kapal tersebut.

Keempat ABK KM Aina Jaya berhasil diselamatkan petugas TNI AL, yakni Edi Apriyanto (23 tahun), Darmono (67 tahun), Sukiman (40 tahun) dan Subinanto (54 tahun) selanjutnya dievakuasi ke Lantamal I untuk diberikan pertolongan dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mereka dipertemukan dengan keluarga.

Kapal Patkamla Teluk Nibung langsung melakukan pertolongan dengan mencoba menarik KM Aina menuju ke tepi jalur pelayaran supaya tidak mengganggu pelayaran keluar-masuk Belawan, dan berhasil dikandaskan di perairan terdekat disekitar bouy 9.

Panglima Komando Armada I, Laksda TNI Abdul Rasyid, mengatakan penyelamatan ini merupakan tugas TNI AL untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak melakukan pelayaran di tanah air ini.

"Kejadian di Belawan yang langsung direspons oleh Kapal Patkamla Teluk Nibung merupakan salah satu kesiapan dan kesigapan satuan di bawah untuk merespons panggilan darurat secara cepat," ucap Rasyid dalam keterangan tertulis, Sabtu 26 Desember 2020.

Rasyid mengimbau dan mengingatkan belakangan ini, cuaca sedang tidak baik untuk berlayar. Sehingga dapat mempertimbangkan melaksanakan pelayar dengan melihat kondisi cuaca."?Pada akhir-akhir ini, cuaca di perairan cepat berubah sehingga menjadi kerawanan terhadap keselamatan pelayaran," tuturnya.

Rasyid mengungkapkan bahwa TNI AL senantiasa melakukan patroli rutin guna melaksanakan pengamanan di perairan yang menjadi wilayah kerja Koarmada I, salah satunya di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Kita terus hadir, salah satunya utuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran. Kehadiran KRI dan Kapal Patroli Keamanan Laut yang tengah melaksanakan patroli sesuai dengan arahan pimpinan TNI AL dalam hal ini Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono. Yang secara terus menerus menekankan tentang keamanan di perairan yurisdiksi nasional untuk mampu dengan sigap merespon panggilan kedaruratan," jelas Pangkoarmada I.

Sementara itu, nakhoda kapal Edi Apriyanto menjelaskan bahwa KM Aina Jaya tengah berlayar menuju daerah kebun sawit di seberang untuk memuat hasil perkebunan sawit.

"Namun sesampainya di sekitar Bouy 9 kapal mengalami kebocoran di bagian kamar mesin. Saat itu air terus masuk merendam mesin dan akhirnya mati mesin," kata Edi.

Edi mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pertolongan dilakukan TNI AL terhadap seluruh ABK Kapal tersebut.?"Kami minta bantuan hingga akhirnya di temukan dan dievakuasi oleh Kapal TNI AL" sebut Edi. (ren)