Aksi Prajurit TNI di Tengah Jerit Histeris dan Kamar Penuh Air Ketuban

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah peristiwa heroik dan menegangkan dialami prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri Raider 413/Bremoro dari Divisi 2 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang bertugas di Kabupaten Keerom, Papua.

Prajurit militer TNI dari Yonif MR 413/Bremoro Kostrad dihadapkan pada situasi di mana seorang ibu dalam kondisi kritis dengan kondisi hamil usia tua. Jadi kisahnya begini, dilansir VIVA Militer dari siaran resmi Selasa 5 Januari 2021.

Ketika itu prajurit TNI Yonif MR 413/Bremoro sedang bersiaga di pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini di Pos Kaliasin, Distrik Arso Timur, Keerom.

Tiba-tiba saja seorang warga Kampung Kibay bernama Ibu Leci (40 Tahun) mendatangi pos dan meminta bantuan. Wanita berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa tetangganya sedang mengalami kritis dalam kondisi hamil usia tua. Bahkan disebutkannya ibu hamil bernama Boream itu tak henti-henti menjerit histeris.

Mendapat laporan itu, Komandan Pos Kaliasin, Letnan Dua Infanteri Ravio Maurbas dan personel kesehatan TNI langsung berlari ke rumah warga yang kritis itu.

Setiba di rumah itu, prajurit TNI dibuat terkejut, karena di dalam kamar rumah didapat Boream terbaring tak berdaya. Yang paling menegangkan lagi, kamar rumah telah penuh dibasahi cairan ketuban yang keluar dari rahim Boream.

Menurut Letda TNI Ravio, situasi saat itu benar-benar genting. Tindakan medis darurat harus diberikan secepat mungkin untuk bisa menyelamatkan Boream dan bayinya. Akhirnya meski hanya memiliki peralatan seadanya, prajurit TNI langsung memberikan bantuan medis persalinan darurat.

"Setelah kami terima laporan dari mama Leci, dengan cepat kami beserta anggota kesehatan menuju kediamannya sambil membawa perlengkapan kesehatan yang kami miliki. Setibanya di kediaman, kami melihat air ketuban sudah membasahi seisi kamarnya, sehingga kami dan anggota memutuskan membantu proses persalinan nya di kamar itu. Hal tersebut kami lakukan karena sudah tidak memungkinkan apabila dibawa ke Rumah Sakit atau puskesmas yang jaraknya sangat jauh," kata Letda TNI Ravio.

Akhirnya setelah berjuang sekuat tenaga, personel kesehatan Yonif MR 413/Bremoro berhasil membantu persalinan dan bayi lahir dengan selamat. Sementara sang ibu harus mendapatkan penanganan medis lanjutan untuk memulihkan kondisinya pasca melahirkan.

Baca: Innalillahi, Direktur BIN Brigjen TNI Agus Hernawan Meninggal