Aksi Sadis Tiga Perampok Emas di Jambi, Korban Ditusuk hingga Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 3 pelaku perampokan emas beraksi di Desa Lantak Seribu, Kecamatan Pemenang, Merangin, Jambi, 9 Oktober lalu ditangkap polisi. Para pelaku ini ditangkap di dua daerah berbeda, Minggu (24/10).

Pelaku yang ditangkap tersebut, yakni Rahman Darmawan (36), Sidik Purnomo (48) dan Nyonyo (63). Aksi mereka tidak hanya mengambil emas, tetapi juga menewaskan korban bernama Agusrizal.

Rahman Dermawan berperan menusuk bagian pinggul korban hingga bersimbah darah. Dia ditangkap di tempatnya persembunyiannya di Palembang, Sumatera Selatan oleh tim dari Polda Jambi, Polres Merangin, dan dibantu Polda Sumatera Selatan. Rahman berusaha kabur ketika ditangkap, sehingga polisi melakukan penembakan.

"Petugas kami tidak segan-segan melakukan tindakan yang terukur. Pelaku inilah yang mengeksekusi korban. Setelah menangkap pelaku, kami mencari barang bukti yang disembunyikan," kata Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta, Kamis (27/10).

Andri mengatakan Rahman ternyata pernah melakukan tindak kriminal pada tahun 2011. "Yang bersangkutan ini adalah residivis di Merangin,"tegasnya.

Sedangkan Sidik, ditangkap polisi di rumahnya di Sarolangun, Jambi. Dia ditangkap saat hendak pergi bersama istrinya. Sidik bertugas mengendarai sepeda motor saat aksi perampokan ini berlangsung.

Tidak hanya 2 perampok polisi turut mengamankan seseorang yang memberikan informasi tentang kebiasaan korban.

"Pria bernama Nyonyo inilah orang yang memberikan informasi tentang bagaimana kebiasaan korban. Ada informasi yang diberikan berinisial N tersebut pada bulan September tahun 2022, bahwa korban sering datang sendiri dengan membawa emas dagangannya,"kata Andri.

Andri menjelaskan perampokan ini terjadi saat korban berada di tengah perjalanan pulang dari pasar. Korban yang sudah diintai, tiba-tiba dicegat dan ditusuk dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban tewas kehabisan darah.

Emas dagangan dan sepeda motor korban diambil para pelaku tersebut. Kerugian materil karena perampokan ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

"Korban saat itu sedang berkendara siang bolong. Baru pulang dari pasar. Kemudian di tengah perjalanan, datang 2 orang melakukan penusukan,"jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni emas berkisar seberat berkisar 500 gram, kartu ATM, pakaian, sepeda motor yang dipakai pelaku, dan sepeda motor yang dipakai korban.

"Istri korban mengungkapkan ada emas seberat berkisar 1 kilogram yang dicuri. Tapi setelah kita lakukan pengecekan, ada 5 ons emas. Nah sedang kita dalami berapa kerugian materil yang sebenarnya. Tapi yang jelas ada korban yang kehilangan nyawa,"katanya.

Sebelumnya, AR (54) pedagang emas meninggal dunia dirampok saat di perjalanan pulang ke rumah di Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pemenang, Kabupaten Merangin sekitar Jam 12.30 WIB. AR tewas bersimbah darah setelah dibantai oleh orang yang tidak dikenal. Saat ini kepolisian melakukan pengejaran.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto membenarkan atas kejadian tersebut korban meninggal dunia seorang pria bernama AR warga Kota Bangko, Kabupaten Merangin. [ray]