Aksi Seorang Nenek Hiking Pakai Gamis Sukses Curi Perhatian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang aktivitas luar ruang seperti hiking hanya bisa dilakukan anak muda? Seorang nenek asal Malaysia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menikmati berbagai kegiatan menyenangkan, kendati pandemi masih berlangsung.

Lewat sebuah video yang diunggah di TikTok @haishah.hashram, baru-baru ini, tampak seorang gadis berbagi momen ia dan keluarganya mendaki salah satu bukit. Di antara rombongan, neneknya juga terlihat ikut serta.

Tidak hanya karena ekspresi wajahnya yang bersemangat, busana si nenek juga tidak kalah mencuri perhatian. Ia terlihat santai mengenakan gamis berwarna mauve, lengkap dengan hijab hitam.

Melengkapi kesan santai dalam penampilannya, si nenek juga tidak memakai sepatu pada umumnya. Sembari membawa tongkat kayu sebagai tumpuan saat mendaki, ia memilih memakai sepasang sandal.

Saat mencapai puncak bukit, wajahnya tidak bisa menyembuyikan ekspresi semringah. Di klip tersebut, ia tampak sebagai satu-satunya perempuan berumur yang berhasil mencapai puncak bukit, di samping juga beberapa penjaja makanan.

Di puncak bukit itu juga, si nenek bergamis tampak mengatur napas sambil menikmati pemandangan sekitar. Ia masih bertopang dengan tongkat kayunya seolah bergaya sambil tetap tersenyum menghadap kamera.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Banjir Komentar

Seorang nenek santai hiking pakai gamis. (dok. tangkapan layar TikTok @haishah.hashram/https://www.tiktok.com/@haishah.hashram/video/7010359090400611610)
Seorang nenek santai hiking pakai gamis. (dok. tangkapan layar TikTok @haishah.hashram/https://www.tiktok.com/@haishah.hashram/video/7010359090400611610)

Di kolom komentar, tidak sedikit warganet memuji aksi nenek tersebut. Mereka kagum atas kekuatan fisik dan semangat yang dijaga si nenek untuk hiking sampai ke atas bukit. Beberapa dari mereka bahkan mengaku tidak bisa melakukan hal tersebut.

"Kalah sama si nenek yang kelihatan tetap semangat sampai puncak (bukit)," komentar seorang warganet, sementara yang lain menuliskan, "Masyallah hebatnya. Semoga nenek bisa tetap sehat terus. Awesome."

Sementara yang lain berkomentar bahwa dirinya baru tahu gamis boleh dipakai saat hiking. Ini dikomentari pengguna TikTok dengan menuliskan, "Boleh saja, tapi memang harus berani ribet."

Tren Wisata Luar Ruang

Ilustrasi wisata hiking. (dok. unsplash/@orimi_picture)
Ilustrasi wisata hiking. (dok. unsplash/@orimi_picture)

Selama pandemi, kegiatan luar ruang memang jadi pilihan tidak sedikit orang. Hiking dan trekking jadi salah dua yang digemari untuk sejenak rehat dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan. Tren ini pun tidak mengecualikan Indonesia.

Pilihan lokasi pendakian santai ini biasanya tidak jauh dari rumah. Pilihan aktivitas ini nyatanya sudah populer sejak Agustus tahun lalu, dan Campa Tour and Travel jadi salah satu yang "panen" atas naik daunya wisata trekking.

Dalam praktiknya, mereka tetap memperhatikan praktik protokol kesehatan. "Guide kami sudah berlisensi dan menjalani pelatihan lebih dulu. Ada pelatihan bahasa, P3K, dan penerapan protokol kesehatan," kata Manager Operasional Campa Tour and Travel Ari Hendra Lukmana ketika dihubungi Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Dalam satu kali perjalanan, satu grup maksimal terdiri dari lima peserta dengan satu hingga dua orang pramuwisata. Ketentuan ini dilakukan mempertimbangkan keamanan, mengingat wisata dilakukan di masa pandemi.

"Protokol kesehatan jadi tambahan fokus kami, selain tetap tak boleh lengah soal sampah. Jangan sampai mengotori," tutur Ari.

Infografis Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah COVID-19

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel