Aktivis: batu bara di bawah tekanan keuangan yang membesar

·Bacaan 2 menit

Paris (AFP) - Industri batu bara berada di bawah tekanan keuangan yang terus membesar, kata sebuah koalisi kelompok lingkungan, Rabu, tetapi perusahaan-perusahaan asuransi tidak cukup cepat menjauhi bahan bakar pencemar itu demi memenuhi target iklim yang sudah mereka ingatkan.

Kartu skor tahunan keempat dari kampanye Insure Our Future menyimpulkan perusahaan-perusahaan asuransi di seluruh dunia terus menjauhi batu bara yang memiliki dampak kentara terhadap pertambangan batu bara dan perusahaan-perusahaan listrik.

Kelompok itu menyitir kalimat seorang pialang yang mengatakan para pengembang batu bara menghadapi ancaman kenaikan tarif maksimum 40 persen tahun ini.

"Namun, momentum ini tidak sejalan dengan meningkatnya krisis iklim," kata mereka dalam laporan tersebut.

Mereka mengutip satu kalkulasi bahwa emisi batu bara mesti turun drastis dari tahun ini jika tujuan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat C ingin dipenuhi, tetapi mereka menegaskan bahwa hingga Juli lebih dari 737 gigawatt listrik tenaga batu bara baru masih dalam jalur pipa atau sedang dibangun di seluruh dunia.

Itu tidak jauh dari perkiraan 975 gigawatt yang dimiliki seluruh UE pada 2015, sebut CIA World Factbook.

Laporan tersebut mengatakan perusahaan-perusahaan asuransi besar di Amerika Serikat, Inggris dan Asia Timur masih mengasuransikan batu bara.

"Para penerbit asuransi, sebagai pengelola risiko masyarakat, memiliki tanggung jawab untuk aktif mendukung Perjanjian Paris dan aksi global dalam menghindarkan kerusakan iklim," kata laporan oleh sebuah kelompok yang mencakup Greenpeace dan Rainforest Action Network.

"Mereka memiliki kekuatan dalam mendorong transisi ke ekonomi rendah karbon dan alasan-alasan bisnis yang kuat guna melakukannya," tambah mereka, menunjuk harga saham perusahaan-perusahaan bahan bakar fosil yang berkinerja buruk di pasar.

Sementara itu, tenaga angin dan matahari mengalami pertumbuhan yang kuat dan kini menghasilkan listrik lebih murah daripada batu bara.

Laporan itu menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan asuransi AS tertinggal di belakang rekan-rekan globalnya di mana perusahaan-perusahaan besar seperti AIG, Berkshire Hathaway, dan Travelers sama sekali tak mau menempuh langkah apa pun terhadap bahan bakar fosil.

Laporan itu juga mencatat bahwa 10 perusahaan asuransi AS dalam kartu skor itu terus mendukung organisasi-organisasi yang melobi guna menentang tindakan iklim.

rl/wai