Aktivis Perempuan Telanjang Dada Rayakan Mundurnya Paus

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Delapan aktivis feminisme bertelanjang dada di bangunan bersejarah Kota Paris, Katedral Notre Dame, Selasa (12/2/2013), untuk merayakan pengunduran diri Paus Benediktus XVI.

Para aktivis kelompok Femen memasuki katedral bergaya gothic mengenakan mantel panjang, sementara lonceng gereja berdentang tiga kali di dekat altar.

Tiba-tiba, mereka membuka mantel di tengah-tengah orang banyak, dan berteriak menyerukan rasa syukur mereka atas pengunduran diri Paus.

"Paus tidak ada lagi, tidak adalagi homopobia, dan selamat tinggal Benediktus!" teriak mereka.

Namun, bukannya mendapat dukungan, mereka malah dapat cemoohan dari para pengunjung.

"Ini adalah tempat suci, Anda tidak bisa berlaku seenaknya di sini," hardik seorang wanita warga Prancis, seperti dikutip Tribunnews.com dari Asioane.com, Kamis (14/2/2013).

Tak lama, mereka diseret keluar dari katedral oleh aparat keamanan, namun mereka tetap berada di luar bangunan untuk beberapa waktu.

Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls dan Wali Kota Paris Bertrand Delanoe, mengutuk aksi tersebut, dan menilainya sebagai aksi provokasi yang tidak berguna. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.