Aktivis Yogya Gunduli Rambut, Rayakan Penetapan Tersangka Suap Haryadi Suyuti

Merdeka.com - Merdeka.com - KPK menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjadi tersangka dalam kasus suap perizinan izin mendirikan bangunan (IMB).

Sebagai bentuk dukungan kepada KPK, aktivis dari Warga Berdaya yang juga bagian dari gerakan Jogja Ora Didol, Dodok Putra Bangsa menggelar aksi tunggal di depan Kantor Wali Kota Yogyakarta, Sabtu (4/6).

Dalam aksinya ini, Dodok yang berambut panjang ini memotong gundul rambutnya. Dodok menyebut aksinya ini sebagai bentuk nazar dari pengungkapan korupsi di Yogyakarta.

"Teman-teman mengingatkan tahun 2019 waktu saya mengencingi Balai Kota Yogyakarta. Saya ada nazar kalau KPK sampai mengungkap perizinan hotel dan apartemen, saya akan potong gundul," ucap Dodok.

Dodok mengungkapkan bahwa sejak 2012, aktivis-aktivis di Yogyakarta mendesak agar KPK segera turun tangan untuk mengungkap permainan dalam perizinan hotel dan apartemen di Kota Yogyakarta.

"Kami dulu sampai sekarang ini bikin hastag gerakan Jogja Ora Didol, Jogja Kangen KPK karena sudah mengidam-ngidamkan KPK turun ke Kota Yogyakarta dan mengungkap kasus korupsi," tegas Dodok.

Dalam aksinya ini sejumlah aktivis dan warga yang ada saat aksi ini turut memotong rambut Dodok yang sudah bertahun-tahun tak pernah dipotong. Setelahnya Dodok melemparkan sebutir telur ke plakat nama Balaikota Yogyakarta.

"Rambut itu mahkota, saya rela melepas mahkota saya. Ini simbol saja dengan dibersihkannya rambut saya ini, Kota Yogyakarta bisa mengawali dari nol lagi dan pemimpinnya bisa berpikir jernih untuk kesejahteraan rakyat," ucap Dodok.

"Sementara aksi lempar telur ini sebagai simbolisasi akhirnya KPK pecah telur menangani kasus korupsi di Yogyakarta. Ini kasus pertama yang diungkap KPK," imbuh Dodok. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel