Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Bagaimana Proses Pilkada di Sleman?

Bayu Nugraha, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman tengah mengkaji mekanisme penyelenggaraan pemungutan suara Pilkada di barak pengungsian akibat meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga. KPU Sleman tengah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pemungutan suara di barak pengungsian.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, menerangkan, selain melaksanakan Pilkada Sleman, pihaknya juga bertanggungjawab pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kedua hajatan ini dijadwalkan digelar di bulan Desember 2020 mendatang.

Trapsi menuturkan bahwa pihaknya baru akan memutuskan mekanisme pemungutan suara di barak pengungsian pada akhir November 2020 mendatang.

Trapsi mengungkapkan jika KPU Sleman berpedoman pada peraturan PKPU nomor 8 tahun 2018. Dimana dalam peraturan tersebut, pengungsi yang akan memakai hak suaranya menggunakan TPS terdekat.

“Baru kami tentukan akhir November mendatang. Kemungkinannya adalah perpindahan pemilih. Semua yang dari Kalitengah Lor akan pindah memilih di TPS terdekat. Itu opsi sementara ini,” ujar Trapsi, Kamis 12 November 2020.

Trapsi mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19 saat di TPS kepada pengungsi yang mayoritas merupakan kelompok rentan tak berbeda dengan TPS lain. Para pemilih yang mengungsi tetap diminta membawa masker dan balpoin sendiri.

"Ketika datang ke TPS, akan diberi sarung tangan plastik sekali pakai. Saat masuk, maksimal hanya sembilan orang. Selesai mencoblos, sarung tangan itu dibuang ke tempat sampah yang kami sediakan. Sedangkan tinta yang biasa dicelupkan hanya diteteskan saja di jari,” ungkap Trapsi.

Sebagaimana diketahui, pemungutan suara Pilkada akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Ada tiga pasangan calon yang berkompetisi di Pilkada Sleman 2020 ini. Sementara untuk Pilkades Sleman akan digelar pada 20 Desember. (ren)

Baca juga: Turun di Pilkada Depok, Giring Eks Nidji Yakin Pradi-Afifah Menang