Aktivitas Gunung Merapi Menurun, BNPB Izinkan Warga Kembali ke Rumah

·Bacaan 1 menit
Banner Infografis Rentetan Awan Panas dan Lava Pijar Gunung Merapi. (AFP/Agung Supriyanto)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan Badan Geologi untuk memantau penanganan darurat para pengungsi di beberapa wilayah yang berpotensi terdampak letusan Gunung Merapi.

Berdasarkan informasi dari petugas di pos pemantauan Gunung Merapi, aktivitas Merapi cenderung menurun. Menyikapi kondisi tersebut, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan merekomendasikan para pengungsi untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

"Saat berada di Pos Pemantauan Babadan di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, aktivitas Merapi sekarang ini cenderung menurun. Para warga mengungsi dapat kembali ke rumah mereka masing-masing. Tapi status gunung masih Siaga," kata Lilik usai meminjau lokasi kemarin lusa dan disiarkan dalam keterangan pers, Kamis (4/2/2021).

Menurut Lilik, pulangnya para warga ke rumah juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan pengungsian. Sebab, tempat pengungsian yang tersedia berkapasitas terbatas.

"Berdasarkan data per Rabu, 3 Februari 2021, pukul 22.00 WIB, jumlah warga mengungsi sebanyak 537 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari Kabupaten Sleman 190 jiwa dan Klaten 347. Tidak ada warga yang mengungsi dari Kabupaten Boyolali dan Magelang," jelasnya.

Titik Pengungsian di Sekitar Gunung Merapi

Sebagai informasi, saat ini ada beberapa titik pengungsian di sekitar Gunung Merapi, seperti pengungsian Tlogolele di Kabupaten Boyolali, pengungiaan Balerante di Klaten, dan pengungsian Pakem di Sleman.

Kemudian, masih terdapat warga termasuk kelompok usia rentan di tempat-tempat pengungsian tersebut.

"Merujuk pada rekomendasi BPPTKG, saya berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi pemulangan para warga," dia menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: