Aktivitas Gunung Rokatenda Mulai Menurun

Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Silvianus Tibo mengatakan, aktivitas Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mulai berangsur menurun.

Penurunan aktivitas Gunung Rokatenda itu ditandai dengan berkurangnya letusan-letusan kecil yang mengeluarkan debu dan percikan api dari puncak gunung dalam beberapa hari terakhir ini, kata Silvianus Tibo, Jumat, terkait perkembangan aktivitas Gunung Rokatenda.

"Kalau pada hari-hari sebelumnya, Gunung Rokatenda bisa "batuk" lima sampai enam kali sehari, dalam beberapa hari ini, hanya satu sampai dua kali sehari. Jadi ada penurunan aktivitas. Laporan ini saya terima dari Pemantau Gunung Rokatenda di Ropa," ujar Silvianus Tibo.

Dia berharap, dengan adanya penurunan aktivitas Gunung Rokatenda, warga Palue yang masih berada di tempat-tempat pengungsiaan bisa bersedia untuk kembali ke kampung halaman mereka di Pulau Palue.

Sebanyak 1.650 jiwa warga Palue di Kabupaten Sikka, yang meninggalkan kampung halaman mereka akibat meningkatnya aktivitas Gunung Rokatenda akhir Desember 2012 lalu, masih bertahan di tempat-tempat pengungsiaan.

"Berdasarkan catatan kami, hingga saat ini masih ada 1.650 warga Palue yang masih di tempat penampungan sementara, baik di Maumere maupun di Ropa, Kabupaten Ende," katanya.

Ribuan warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka yang bermukim di sekitar Gunung Rokatenda pada akhir Desember 2012 lalu meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari tempat yang aman, menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Rokatenda.

Silvianus Tibo mengatakan, kesulitan meyakinkan warga untuk kembali ke kampung halaman mereka karena sudah beberapa kali mengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Rokatenda dan ditetapkan menjadi status siaga sejak 13 Oktober 2012.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.