Aktivitas Masyarakat Naik, Kuartal IV RI Bakal Pulih dari Resesi

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 diperkirakan bakal tumbuh positif dan akan menyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini minimal 5 persen. Kondisi itu diyakini membuat ekonomi Indonesia akan pulih dari resesi akibat COVID-19.

Peneliti Ekonomi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, ekonomi Indonesia diprediksi bisa tumbuh positif pada kuartal IV-2020 dan akan memberikan proyeksi yang lebih optimistis pada 2021.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia usai resesi merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia dihitung berdasarkan posisi pertumbuhan tahun sebelumnya.

"Karena pada 2020 pertumbuhan ekonomi sempat turun dalam, maka 2021 akan menjadi lebih mudah untuk tumbuh lebih tinggi. Ini juga akan dialami semua negara yang bisa bangkit kembali setelah terkena resesi tahun ini," kata Poltak kepada media dikutip, Minggu 15 November 2020.

Menurut Poltak, pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah memang terjadi pada kuartal II-2020 saat pandemi COVID-19 melanda dan dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan berbagai kota besar lainnya.

Bahkan, memasuki kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi masih terlihat negatif, namun sudah mulai membaik karena masyarakat bisa menyesuaikan diri. Selanjutnya, kuartal IV-2020, sejauh ini kelihatannya sudah lebih membaik dibandingkan kuartal III-2020.

Untuk itu, kata Poltak pada proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan sangat bergantung pada pemulihan aktivitas umum masyarakat yang sempat terhambat oleh pandemi COVID-19.

Selain itu, lanjut dia, belanja pemerintah masih akan menjadi pendorong utama di kuartal I-2021 lewat berbagai stimulus sebelum konsumsi swasta mengambil alih sebagai motor pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan kuartal III-2021.

"Akan jauh lebih baik lagi bila vaksinasi COVID-19 sudah dapat terlaksana sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti sebelum pandemi," ujar Poltak.

Sementara itu, terkait dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang terkoreksi 3,49 persen, Poltak melihat hal itu telah membaik ketimbang kuartal II-2020 yang kontraksi 5,34 persen, sehingga ini menjadi sinyal positif pemulihan ekonomi.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dengan tahapan perbaikan yang akan ditentukan dengan pengendalian pandemi. Saat ini, sektor rumah tangga dan dunia usaha terlihat masih sangat berhati-hati dalam beraktivitas ekonomi," kata dia.

Sementara itu, di tengah mulai pulihnya ekonomi Indonesia, pasar juga menyambut baik pengesahan UU Cipta Kerja. Di tambah masih adanya sektor-sektor yang tumbuh positif dengan tren yang meningkat,seperti sektor jasa kesehatan dan industri farmasi.

"Dampak utama UU Cipta Kerja sebenarnya ada pada FDI (foreign direct investment), DDI (domestic direct investment), dan aktivitas UMKM. Sayangnya, segmen UMKM sangat jarang disorot, padahal segmen ini paling dapat manfaat dari UU Cipta Kerja. UMKM juga yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia," ujar dia.