Aktivitas Ponpes Daar El-Qolam Tangerang berjalan normal

Suasana di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, berlangsung normal setelah adanya insiden perkelahian antar sesama santri yang menyebabkan adanya satu orang korban jiwa.

Dari pantauan ANTARA di pondok pesantren moderen itu terlihat para santri melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik rutinitas yang dilakukan santri/siswa SMP maupun oleh siswa SMA.

Begitu juga dalam aktivitas di lingkungan Asrama Indonesia di ponpes itu pun berlangsung terbuka, termasuk aktivitas di koperasi depan sekolah yang menyediakan berbagai macam keperluan seperti penjengukan para orangtua santri.

Baca juga: Bersilaturahmi, Kapolri kunjungi pondok pesantren di Kediri

"Walaupun tetap kami tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Tapi kegiatan-kegiatan kemarin pasca kejadian/insiden sampai hari ini, tetap berjalan normal," kata perwakilan pihak Ponpes Daar El-Qolam, Ahmad Idrus, kepada wartawan di Tangerang, Senin.

Ia mengatakan, pasca insiden perkelahian antara sesama santri tersebut tidak mempengaruhi atau mengganggu terhadap kegiatan atau aktivitas belajar mengajar di Ponpes itu.

"Aktivitas seperti biasa tidak ada perubahan. Dan saya mohon doa, supaya masalahnya ini cepat selesai," katanya.

Baca juga: Kemenag sediakan 2.000 slot beasiswa S1 bagi guru PAI

Ia menuturkan, insiden perkelahian itu juga baru pertama kali terjadi di pondok pesantrennya, sehingga pihaknya akan mengvaluasi pengawasan kepada para santri-santri.
"Kami semaksimal mungkin untuk memperketat pengawasan di asmara, maupun di kelas. Insya Allah mudah-mudahan bisa terselesaikan," ujar dia.

Sebelumnya, dilaporkan salah satu santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, berinisial BD (15) meninggal dunia pada Minggu (7/8), yang diduga akibat dianiaya sesama santri.

"Jadi berdasarkan informasi yang kami terima sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB bahwa pihak RSUD Balaraja, menerima korban meninggal dunia diantar oleh guru dan pengasuh Pondok," kata Kepala Polsek Cisoka, AKP Nur Rokhman.

Baca juga: Moeldoko: Pembatalan pencabutan izin Ponpes Shiddiqiyyah bijaksana

Ia menerangkan, bawa informasi tersebut berawal dari laporan pihak rumah sakit daerah setempat terkait adanya santri yang meninggal diantar oleh pengasuh Ponpes Daar El Qolam. "Lalu polisi mendatangi RSUD Balaraja, dan melakukan penyelidikan," katanya.

Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan tahap awal yang diperoleh dari keterangan dan guru Ponpes, menyatakan korban meninggal dunia akibat perkelahian sesama santri.
"Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," ujarnya.

Kemudian, setelah mengetahui hal tersebut santri asal Tanjung Burung, Kosambi itu, pada sekitar pukul 13.30 WIB dilaporkan oleh temannya satu kamarnya ke pengasuh ponpes, bawah korban mengalami tidak sadarkan diri dan dibawa ke salah satu klinik terdekat.

Baca juga: Kak Seto kritisi sistem pondok pesantren yang tertutup

"Kemudian saksi IS, mengecek ke kamar santri dan setelah dicek benar anak BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung pengasuhnya ke klinik Gita Farma," katanya.

Setelah di periksa di klinik tersebut, dinyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan oleh pengasuh Ponpes di bawa ke RSUD Balaraja untuk memastikan lebih jelas kondisi korban. "Pengasuh Ponpes langsung membawa korban ke RSUD Balaraja," kata dia.

Baca juga: Tersangka asusila MSAT terancam 12 tahun penjara