Aktris Lori Loughlin mulai jalani vonis penjara terkait skandal penerimaan universitas

·Bacaan 2 menit

Los Angeles (AFP) - Aktris Amerika, Lori Loughlin, mulai menjalani hukuman dua bulan penjara di California pada Jumat setelah mengaku berkonspirasi melakukan penipuan dalam skandal penerimaan perguruan tinggi.

Loughlin, yang dikenal sebagai Bibi Becky dalam sitkom hit tahun 1980-90an "Full House", dilaporkan ke kamp federal di Dublin, sekitar 30 mil sebelah timur San Francisco.

Loughlin beserta suaminya, desainer Mossimo Giannulli, termasuk di antara sekitar 50 orang yang didakwa atas penipuan untuk mengamankan tempat bagi anak-anak yang telah memiliki hak istimewa di universitas bergengsi AS.

Aktris Felicity Huffman dari serial "Desperate Housewives" dibebaskan pada Oktober lalu dari penjara yang sama, setelah menjalani 11 hari dari vonis dua minggu penjara atas perannya dalam penipuan tersebut.

Loughlin diperintahkan agar menyerahkan diri ke Biro Penjara AS sebelum 19 November. Perempuan berusia 56 tahun itu juga menghadapi dua tahun pembebasan dengan pengawasan, denda 150.000 dolar AS dan 100 jam pelayanan masyarakat.

Loughlin dan suaminya divonis oleh hakim federal pada Agustus.

Pasangan tersebut mengaku membayar 500.000 dolar AS supaya mendapatkan izin masuk untuk dua putri mereka di University of Southern California sebagai rekrutan tim kru dayung, olahraga yang belum pernah dilatih sebelumnya.

Giannulli (57), yang disebutkan dalam catatan vonis jaksa penuntut sebagai partisipan yang lebih aktif dari keduanya, akan menjalani vonis lima bulan, membayar denda 250.000 dolar AS dan melakukan 250 jam layanan masyarakat.

Loughlin, di antara kepribadian yang paling terkenal yang didakwa dalam kasus tersebut, awalnya tidak mengaku bersalah selama lebih dari setahun, namun kemudian meminta maaf sebelum dijatuhi vonis.

"Saya siap menghadapi konsekuensinya serta menebus kesalahan," katanya.

Dalam mengakui kesalahannya, pasangan tersebut dibebaskan dari hukuman yang berpotensi lebih berat. Dakwaan awal mereka vonis hingga 45 tahun penjara.

Sekitar 55 orang dalam skandal tersebut telah didakwa. Kebanyakan dari 41 orang yang mengaku bersalah menerima vonis kurang dari beberapa bulan di balik jeruji besi.

Dalang di balik penipuan penerimaan perguruan tinggi, William "Rick" Singer, yang menurut pihak berwenang dibayar sekitar 25 juta dolar AS untuk menyuap pelatih dan administrator universitas, mengaku bersalah dan sedang menunggu vonis, yang diperkirakan sekitar tahun depan.