Akulaku Bakal Jadi Pengendali Bank Neo Commerce, Saham BBYB Menguat 46,09 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) selama tiga hari berturut-turut pada pekan 26-30 Juli 2021. Saham BBYB menguat di tengah kabar PT Akulaku Silvrr Indonesia akan mengambilalih saham BBYB.

Mengutip data RTI, saham BBYB sudah menguat 46,09 persen pada 26-30 Juli 2021 ke posisi Rp 840 per saham. Saham BBYB berada di level tertinggi Rp 840 dan terendah Rp 530 per saham. Total volume perdagangan 1.527.384.767 dengan nilai transaksi Rp 1 triliun. Total frekuensi perdagangan 115.614 kali.

Pada pekan terakhir Juli 2021, saham BBYB naik selama tiga hari berturut-turut. Saham BBYB naik 1,87 persen ke posisi Rp 545 pada 28 Juli 2021. Kemudian berlanjut pada 29 Juli 2021, saham BBYB melonjak 23,85 persen ke posisi Rp 675 per saham. Pada 30 Juli 2021, saham BBYB melonjak 24,44 persen ke posisi Rp 840 per saham.

Perusahaan aplikasi kredit virtual financial online terbesar di Asia Tenggara, Akulaku ini bersiap untuk mengambil alih saham BBYB.

Akulaku telah memegang 24,98 persen saham BBYB. Jumlah saham yang dipegang sebesar 1.664.157.909 dari jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor di BBYB yang mengakibatkan Akulaku menjadi pemegang saham terbesar BBYB. Ini mengakibatkan beralihnya pengendalian atas BBYB.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Raih Restu OJK

Tulisan OJK terpampang di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tulisan OJK terpampang di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip ringkasan rancangan pengambilalihan PT Bank Neo Commerce Tbk oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia di laman Bank Neo Commerce, dikutip Sabtu (31/7/2021), dokumen pengambilalihan saham BBYB telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan pun telah mendapatkan persetujuan dari OJK.

"Telah memperoleh persetujuan OJK berdasarkan Surat Nomor SR-16/PB.1/2021 yang dikeluarkan pada 26 Juli 2021,” demikian mengutip ringkasan pengambilalihan tersebut.

Selanjutnya perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) pada 20 September 2021. Hal ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh izin pengambilalihan saham BBYB dari OJK.

Pengambilalihan saham ini seiring jumlah dan nilai saham BBYB yang dimiliki oleh Akulaku sebesar 1.664.157.909 lembar saham atau setara dengan 24,98 persen ditambah dengan kepemilikan saham Rockcore Financial Technology Co Ltd yang merupakan kelompok usaha Akulaku sebesar 261.141.922 lembar saham atau setara 3,92 persen dari seluruh total modal disetor dan ditempatkan BBYB.

Hal ini juga sebagai akibat pelaksanaan penawaran umum terbatas (PUT) III mengakibatkan Akulaku dan kelompok usahanya menjadi pemegang saham terbesar BBYB dengan memiliki 1.925.299.831 lembar saham atau setara 28,9 persen dan mengakibatkan beralihnya pengendalian atas saham BBYB.

"Pelaksanaan pengambilalihan dan perubahan pemegang saham pengendali BBYB akan terjadi pada saat ditandatanganinya akta pengambilalihan di hadapan Notaris yang diperkirakan dilakukan pada Oktober 2021," tulis perseroan.

Transformasi Digital

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun pengambilalihan saham BBYB oleh Akulaku ini seiring kebutuhan dan pentingnya dukungan teknologi pada sektor finansial, terutama perbankan.

Alasan dan tujuan Akulaku melakukan pengambilalihan saham BBYB untuk memanfaatkan teknologi tinggi yang dimiliki oleh Akulaku sehingga membantu BBYB dalam melakukan transformasi digital terhadap layanan perbankan.

Akulaku menyatakan memiliki pendanaan cukup untuk mengambilalih saham BBYB yang berasal dari dana sendiri.

Komposisi pemegang saham setelah dilakukan pengambilalihan saham BBYB antara lain PT Asabri sebesar 11,56 persen, PT Gozco Capital sebesar 18,94 persen, PT Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 24,98 persen, Yellow Brick Enterprise Ltd sebesar 11,10 persen, Rockcore Financial Technology Co Ltd sebesar 6,12 persen dan masyarakat sebesar 27,30 persen.

Adapun batas waktu pengajuan keberatan kreditor dan pemegang saham minoritas BBYB pada 12 Agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel