Akulaku Finance dorong penguatan literasi pelaku UMKM

·Bacaan 2 menit

Perusahaan pembiayaan berbasis digital PT Akulaku Finance Indonesia terus mendorong penguatan literasi keuangan kepada kalangan pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) sebagai salah satu tulang punggung penggerak utama roda ekonomi Indonesia.

Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma mengatakan perseroan sebagai salah satu lembaga jasa keuangan berusaha untuk berkontribusi mendukung penguatan UMKM melalui literasi keuangan yang melibatkan pelaku UMKM yang memiliki pengalaman langsung mengatur keuangan serta fasilitas pembiayaan.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam secara berkelanjutan untuk pelaku usaha mikro mengenai strategi pengelolaan keuangan," ujar Wildan melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Akulaku dorong pelaku UMKM makin adaptif saat pandemi

Menurut Wildan, pemillik bisnis UMKM musti dibekali wawasan dan pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan keuangan untuk dapat mempertahankan bisnisnya.

Terlebih, pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemilik bisnis UMKM untuk dapat bertahan.

Wildan menyebutkan bahwa salah satu tantangan yang kini tengah dihadapi oleh berbagai usaha mikro di tengah pandemi adalah keterbatasan akses pembiayaan untuk melanjutkan usaha.

Riset PricewaterhouseCoopers (PwC) menyebutkan bahwa sekitar tiga dari empat pelaku UMKM yang menjalankan bisnisnya di Indonesia belum tersentuh oleh akses pembiayaan. Penyebabnya antara lain adalah masih kurangnya pemahaman pelaku bisnis mikro atas pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik.

Baca juga: Menko Airlangga: UMKM pilar penting dalam perekonomian

Wildan menambahkan perseroan baru-baru ini menggelar Webinar Literasi Keuangan & Wirausaha guna menghadirkan ruang edukasi dan literasi keuangan untuk berbagi wawasan secara berkelanjutan kepada kalangan pelaku usaha mikro mengenai strategi pengelolaan bisnis dan beragam manfaat dari pembiayaan produktif agar daya saingnya meningkat.

Toni Cahyadi, pemilik dari toko online King Fishing, mengungkapkan pelaku usaha perlu memanfaatkan fasilitas pembiayaan produktif untuk menjaga ketersediaan stok barang dan memenuhi permintaan konsumen. Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan sejumlah hal sebelum mengambil fasilitas pembiayaan.

"Meski kita bisa saja memperoleh fasilitas pembiayaan yang cukup tinggi, tapi tidak boleh sembarangan. Dalam arti, kita mesti tetap bijaksana untuk mengambil pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan," ujar Toni.

Ia juga mengingatkan sesama pelaku bisnis untuk konsisten membayar angsuran pinjaman secara tepat waktu agar tidak membebani arus kas bisnisnya. Di samping itu, dia turut menekankan agar pelaku usaha mesti memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis.

Hal itu dibutuhkan untuk menjamin pengelolaan keuangan lebih kredibel sehingga pelaku bisnis dapat terus memantau performa bisnis sekaligus menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik.