Akumulasi COVID-19 di Sulut capai 51.485 orang usai bertambah 9 kasus

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan akumulasi warga di daerah itu yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Selasa (2/8) 2022 mencapai sebanyak 51.485 orang setelah bertambah sembilan kasus baru.

"Untuk itu, kami berharap peran semua pihak sama-sama kita memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Sulut, Mery B. Pasorong, di Manado, Rabu.

Ia menjelaskan sembilan kasus yang bertambah tersebut berasal dari Kota Manado sebanyak tujuh orang dan sisanya dua kasus dari Kabupaten Minahasa Utara.

Berdasarkan rentang usia, warga yang terpapar COVID-19 di umur nol sampai empat tahun sebanyak satu orang, umur lima sampai 14 tahun (tiga orang), umur 15 - 24 tahun (satu orang), umur 45 - 54 tahun (satu orang), umur 55 - 64 tahun (dua orang) dan umur 65 – 74 tahun (satu orang).

Dia menambahkan, angka kesembuhan saat ini mencapai 97,53 persen dengan jumlah warga yang sembuh sebanyak 50.216 orang (tidak terjadi penambahan).

Sementara jumlah kasus meninggal sebanyak 1.170 orang dengan angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 2,27 persen (tidak terjadi penambahan kasus).

Sedangkan warga yang masih dirawat di rumah sakit karena COVID sebanyak 99 orang atau sebesar 0,19 persen.

Dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten dan kota melaksanakan pemeriksaan tes cepat diagnostik antigen, dari 254 sampel yang diambil, sebanyak 20 sampel yang terkonfirmasi positif, demikian Mery B Pasorong.

Baca juga: Dalam sepekan Sulut alami penambahan 44 kasus COVID-19

Baca juga: 12 kabupaten dan kota di Sulut level dua asesmen COVID-19

Baca juga: Dinkes catat kasus aktif COVID-19 di Sulut tinggal 61 orang

Baca juga: Dinkes: 18 orang meninggal karena COVID-19 di Sulut belum divaksin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel