Akun Media Sosial BWF Banjir Komentar dari Warganet Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Akun Instagram BWF (Badminton World Federation) kebanjiran komentar warganet Indonesia. Hal ini besar kemungkinkan merupakan buntut dari tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari kompetisi All England 2021.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Kamis (18/3/2021), komentar berbahasa Indonesia banyak ditemukan di sejumlah unggahan terbaru akun BWF. Adapun kebanyakan komentar itu berisi kekecewaan dan kecaman terhadap BWF.

Salah satu unggahan yang cukup banyak mendapatkan respons dari warganet Indonesia adalah saat BWF mengumumkan tim bulu tangkis Indonesia tidak bisa melanjutkan kompetisi All England tahun ini.

Pengumuman yang diunggah BWF sekitar tujuh jam lalu ini ternyata masih terus mendapat respons dari warganet Indonesia hingga berita ini ditayangkan. Warganet banyak yang menuntut keadilan dari BWF terkait kiprah tim bulu tangkis Indonesia yang harus terhenti.

Selain di Instagram, akun BWF di Twitter juga ramai mendapatkan banyak komentar dari warganet Indonesia. Serupa dengan di Instagram, komentar yang dilayangkan merupakan kritik terhadap organisasi bulu tangkis internasional tersebut.

Tidak hanya BWF, akun media sosial milik pemain bulu tangkis Neslihan Yigit juga dibanjiri komentar warganet Indonesia. Alasannya, pemain asal Turki ini disebut menjadi salah satu orang yang ikut ikut terbang bersama dengan tim bulu tangkis Indonesia dari Turki menuju Inggris.

Meski satu pesawat, Neslihan disebut masih diizinkan untuk bermain di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. Beda halnya dengan tim Indonesia yang dipaksa mundur dari kompetisi tersebut.

Pemain Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan mengalahkan Ben Lane / Sean Vendy pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan mengalahkan Ben Lane / Sean Vendy pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)

Untuk diketahui, tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021. Keputusan ini merupakan kejadian luar biasa menyakitkan dan mengecewakan bagi Anthony Ginting dan kawan-kawan.

Para pebulu tangkis Indonesia sangat terpukul dengan kondisi ini. Mereka tidak mau memberikan komentar karena kecewa dan sedih.

"Kerugian ini sangat luar biasa dan tidak disangka-sangka bisa terjadi di All England ini. Betul-betul di luar dugaan kita semua. Memang sangat merugikan," kata Manajer Tim Indonesia di All England Ricky Soebagdja dalam rilis PBSI yang diterima Liputan6.com, Kamis (18/3/2021).

"Pastinya kita semua, tim, dan atlet sangat kecewa dengan kondisi seperti ini. Kami semua merasakan kekecewaan yang luar biasa. Karena secara kondisi kami sangat baik dan siap bertanding untuk meraih gelar," tambah peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky itu.

Email Pemerintah Inggris

Tim Indonesia dipaksa mundur setelah mendapat email dari Pemerintah Inggris. Email itu menyatakan tim Indonesia satu pesawat dengan penumpang yang terkena Covid-19. Itu terjadi dalam penerbangan Istanbul, Turki, ke Birmingham, Inggris, Sabtu (13/3/2021) lalu.

Dari 24 anggota tim Indonesia, sebanyak 20 orang mendapat email itu. Akibatnya, setelah pertandingan ganda putra Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan, tim Indonesia diminta untuk kembali ke hotel.

Sementara pemain Indonesia yang belum bertanding, yaitu Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti, Fajar Alfian / Muhammad Fajar Ardianto, dan Anthony Sinisuka Ginting tidak bisa mengikuti pertandingan babak pertama.

Sebelumnya, acara manajer meeting Yonex All England 2021 sampat tertunda. Seharusnya dilakukan pada Selasa sore ditunda menjadi Rabu, 17 Maret, pukul 10.30 waktu Birmingham, Inggris. Akibatnya, pertandíngan harus diundur menjadi mulai pukul 13.30 waktu setempat

Penundaan terjadi karena hasil swab PCR dari tujuh orang, yakni India, Denmark, dan Thailand terindikasi Covid-19. Karenanya, pertandingan baru bisa dimulai setelah menunggu hasil Swab PCR kedua dari ketujuh orang tersebut.

Setelah dinyatakan negatif, ketujuh orang pun dapat melanjutkan pertandingan. Dari 24 anggota tim Indonesia, sebanyak 20 orang mendapat email yang berisi bahwa terjadi kontak langsung antara penerima email dan seseorang positif Covid-19.

(Dam/Ysl)