Akun Twitter dan Facebook Sisca Yofie Tak Terurus  

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan yang ditemukan tewas di Jalan Cipedes, Bandung, dengan luka penuh bacokan ternyata diketahui bernama Fransisca Yofie atau Sisca. Dari kartu nama yang ditemukan polisi di rumah korban, diketahui wanita ini berprofesi sebagai manajer sebuah perusahaan leasing mobil di kawasan Pungkur, Bandung. (baca juga: Apa Motif Pembunuhan Sadis Sisca Yofie?)

Ditelisik dari akun Twitter dan Facebook-nya, perempuan 30 tahun ini terlihat introvert karena lebih suka memendam masalahnya sendiri tanpa mengumbarnya di media sosial. Dia terakhir kali mencuit lewat akun Twitter-nya, @sisca_yofie, pada 17 Juli 2011.

Adapun untuk akun Facebok-nya, ia sempat meng-update laman tersebut saat mengunggah foto peti mati ibunya yang meninggal pada April 2013. Selebihnya, tidak lagi terlihat aktivitas di laman Facebook-nya. Di akun tersebut, Franceisca Sisca Yofie juga hanya meninggalkan foto-foto cantiknya saat ia menjadi model freelance.

Kasus kematian perempuan cantik ini masih dalam penyelidikan. Polisi hingga kini masih mendalami motif sekaligus melakukan penyelidikan dalam kasus pembunuhan ini. Polisi juga berfokus memburu dua pelaku yang diduga mengenal korban, sekaligus menjadi otak pembunuhan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi mata, selain diseret pelaku dengan sepeda motor, korban juga dibacok dan dipukuli dengan mengunakan helm. Sebelum dianiaya, korban terlihat bertengkar dengan dua pria. Namun, tanpa diketahui sebabnya, kedua pria yang diduga pelaku itu kemudian menganiaya hingga membunuh korban.

ANINDYA LEGIA PUTRI

Berita terkait:

Warga Diimbau Serahkan HP Sisca Yofie ke Polisi

Jasad Sisca Yofie Diotopsi 3 Jam, Inilah Hasilnya

Hanya Ponsel Sisca Yofie yang Hilang

Seperti Apa Keseharian Sisca Yofie Sebelum Dibunuh?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.