Akun Twitter Di-hack, Haris Pertama: Pelaku Profesional

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Akun Twitter milik Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) yaitu @harisknpi diretas oleh orang tak bertanggung jawab. Ia mengaku akun Twitternya tersebut belum tak bisa diakses lagi.

Haris menyampaikan saat ini, ia dan tim IT dari DPP KNPI masih melacak pihak yang melakukan peretasan. Adapun, iasudah membuat akun Twitter terbarunya yaitu, @knpiharis.

“Akun milik saya @harisknpi telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diakses lagi. Sekarang saya memiliki akun yang baru yaitu @knpiharis,” ujar Haris Pertama, Minggu, 31 Januari 2021.

Haris selanjutnya berencana melaporkan peretasan media sosial miliknya kepada Twitter. Ia berharap agar oknum tak bertanggungjawab itu tak salahgunakan akun Twitternya untuk mengunggah hal-hal aneh.

"Saya menduga, orang yang meretas akun Twitter saya, orang yang profesional dan bukan sembarangan. Namun. saya tidak akan menuduh pihak mana pun," jelas aktivis HMI itu.

Untuk diketahui, Haris Pertama mencuat namanya dalam beberapa hari terakhir. Ia terlibat konflik dengan pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda.

Haris melalui KNPI melaporkan Abu Janda ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait cuitannya yang diduga rasisme terhadap aktivis HAM, Natalius Pigai soal kata evolusi.

Terkait itu, Abu Janda membantah bila kata evolusi dalam cuitannya tersebut artinya binatang seperti teori Darwin. Tafsiran tersebut dinilainya hanya dibuat oleh pihak tertentu.

"Saya ini seorang muslim. Muslim ini meyakini manusia pertama di bumi ini Nabi Adam bukan monyet. Jadi saya tidak percaya dengan teori Darwin," ujar dia kepada wartawan, Jumat 29 Januari 2021.

Baca Juga: Abu Janda Bantah Lakukan Rasis: Evolusi di KBBI Artinya Berkembang

Selain itu, KNPI juga mempersoalkan cuitan Abu Janda yang menilai Islam arogan. Cuitan Abu Janda ini berawal dari twit war dengan mantan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.