Akun Twitter FPI di-Suspend, Munarman: Kami Tidak Menyerah

Ezra Sihite, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Juru Bicara Front Pembela Islam, Munarman angkat bicara mengenai akun Twitter Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) yang di-suspend pada hari ini, Jumat, 20 November 2020.

Munarman pun menuding bahwa pemblokiran akun ini sebagai bentuk pembungkaman yang dilakukan oleh pemerintah kepada organisasi masyarakat (ormas) FPI tersebut. Namun Munarman mengatakan, pihaknya tidak akan menyerah dan akan terus menyuarakan hal yang menurut mereka adalah kebenaran.

“Mereka hendak memadamkan suara kebenaran. Begitulah cara kerja rezim zalim. Semua coba dibungkam. Kami tidak menyerah,” kata Munarman kepada VIVA di Jakarta, Jumat, 20 November 2020.

Diketahui akun Twitter resmi milik Front Pembela Islam (FPI) @DPPFPI_ID di-suspend sejak Jumat pagi, 20 November 2020. Penelusuran VIVA, pada Kamis malam, akun tersebut masih aktif. Namun sejak pagi tadi tidak bisa lagi ditemukan.

Jauh sebelum di-suspend, admin akun tersebut menyebut sinyalemen akun mereka akan disanksi. Oleh karena itu admin menyebut sudah akan bersiap dengan akun baru.

Sementara cuitan terakhir yang berhasil dipantau, akun FPI yakni menjelaskan soal pencopotan baliho Habib Rizieq yang diduga dilakukan oleh prajurit TNI. Video berdurasi singkat ini viral di media sosial. Belakangan diketahui bahwa pencopotan baliho Habib Rizieq atas perintah Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Sementara pada siang ini, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengingatkan agar Front Pembela Islam (FPI) tidak memecah-belah Umat Muslim. Sebab, ia menilai ada beberapa isi ceramah Imam Besar FPI saat Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang tidak pantas disampaikan.

"Saya ini Islam dan Muslim juga ya. Islam itu selalu agama yang rahmatan lil alamin. Agama Islam yang mengajarkan tentang kasih sayang untuk seluruh alam semesta. Kemudian jangan asal sembarangan berbicara," kata Dudung di kawasan Monas, Jakarta pada Jumat 20 November 2020.

Ia menjelaskan, bahwa Habib Rizieq tidak pantas disebut sebagai pimpinan atau perwakilan umat Islam di Indonesia. Sebab, lanjut Pangdam, umat Muslim memiliki ciri khas yang ucapan dan perilakunya baik. (ren)