Akun Twitter Kejari Gowa Kembali Diretas, Kali Ini Singgung Tuntutan Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Akun twitter Kejaksaan Negeri Gowa menjadi sasaran peretasan, Kamis (19/1). Salah satu unggahan peretas terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ferdy Sambo Cs.

Kepala Kejari Gowa Yeni Adriani membenarkan terkait peretasan akun twitter itu. Ia menyebut sudah melaporkan dan meminta unit Siber Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk melakukan pelacakan.

"Kita sudah laporkan ke Kejati Sulsel terkait peretasan itu. Dan posisinya (peretas) sudah diketahui," ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/1).

Bukan yang Pertama

Yeni mengaku aksi peretasan terhadap akun Kejari Gowa bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, bahkan akun Kejari Gowa diretas untuk digunakan meminta uang kepada masyarakat

"Ini yang kedua kalinya. Sebelumnya ada yang pakai (akun) untuk meminta uang dan kita sudah tindak tegas pelakunya," kata Yeni.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor Gowa Ajun Komisaris Reonald TS Simanjutak mengaku belum mendapatkan informasi terkait peretasan akun twitter Kejari Gowa.

"Tidak ada itu (laporan peretasan). Kapan itu?," tanyanya.

Sebut JPU Tolol

Akun Twitter Kejari Gowa menjadi sasaran peretasan usai JPU membacakan tuntutan terhadap para terdakwa pembunuhan Brigadir Joshua.

Dalam cuitan peretas menyebutkan bahwa akun Twitter milik Kejari Gowa dipinjam. "Akunnya dipinjam dulu sebentar ya," cuit peretas.

Peretas kembali mem-posting sebuah gambar berisikan tentang hasil tuntutan Bharada E yang dituntut selama 12 tahun dan membandingkannya dengan tuntutan dari istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi yang hanya 8 tahun penjara.

"Berkata jujur : 12 tahun penjara. Berkata bohong : 8 tahun penjara. JPU nya TOLOL !!. “SAYA TIDAK TAHU YANG MULIA”. Welcome to Indonesia #opposite6890," cuitnya lagi.

Cuitan tersebut mendapatkan respon dari netizen. Tak sedikit diantara mereka berkomentar bahwa akun Kejari Gowa diretas.

"Apa akun kejari gowa dihack ? Kok bisa postingannya teledor... ??," tulis akun puangmahamung.

Klarifikasi Lewat Instagram

Peretas kemudian mem-posting sebuah cuitan dengan mengatakan bahwa akun Twitter Kejari Gowa dipinjam selama satu minggu.

"Akunnya dipinjam dulu ya, minggu depan di balikin suerr," cuitnya.

Akibat kejadian itu, melalui akun Instagram Kejari Gowa pun menyampaikan jika akun Twitter milik Kejari Gowa telah diretas.

"Atas nama Kejari Gowa melakukan klarifikasi perihal akun Twitter Kejari Gowa yang telah diretas atau dihack dan disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab dengan memposting tuntutan jaksa terhadap kasus pembunuhan Brigadir J," tulisnya. [yan]