Al Qaidah Cabang India Ancam Aksi Bom Bunuh Diri untuk Balas Penghinaan terhadap Nabi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelompok Al Qaidah di wilayah India mengatakan akan melancarkan aksi bom bunuh diri sebagai balasan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan istri Nabi Aisyah yang diucapkan politikus nasionalis Hindu dari Partai Bharatiya Janata (BJP) belum lama ini.

Kantor berita India ANI melaporkan dalam sebuah surat tertanggal 6 Juni AQIS--cabang Al Qaidah di India--mengancam kaum nasionalis Hindu dengan menyebut mereka "teroris kini tinggal menunggu ajal mereka di Delhi dan Bombay dan Uttar Pradesh dan Gujarat."

"Mereka tidak bisa bersembunyi di rumah atau benteng yang dijaga tentara. Ibu kita akan merasa kehilangan jika kita tidak membalas demi Nabi kita tercinta."

Dilansir dari laman the Guardian, sepekan kemarin India mengalami ketegangan diplomatik setelah sejumlah negara muslim mengecam keras pernyataan juru bicara partai BJP yang menghina Nabi.

Penghinaan itu juga memicu demo warga muslim di Kanpur, Uttar Pradesh pekan lalu hingga menimbulkan kerusuhan.

AQIS mengatakan pembalasan dendam harus ditunaikan karena "hati seluruh muslim di dunia kini berdarah dan dipenuhi kemarahan dan pembalasan."

Kelompok militan cabang Al Qaidah ini berdiri pada 2014 sebagai organisasi pecahan dan mendapat dukungan di Pakistan dan Bangladesh tapi tidak di India yang memiliki 200 juta muslim meski upaya pemerintah memaksakan Hinduisme membuat mereka tersingkir dan merasa rentan.

Menurut ahli, AQIS selama ini belum berhasil melancarkan aksi terorisme besar. Namun dalam beberapa tahun belakangan lantaran kian menguatkan penindasan terhadap muslim, AQIS bisa saja merekrut kaum muda dan melancarkan serangan.

Akibat kecaman dari dunia muslim dan internasional, BJP kini mengeluarkan aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan oleh juru bicara mereka. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel