Alami Gangguan 2 Kali, Kemenhub Lakukan Inspeksi Terhadap Maskapai Triagana Air

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan inspeksi terhadap maskapai Trigana Air. Hal itu karena gangguan teknis yang terjadi berulang kali sehingga menghambat penerbangan.

Tercatat, dalam dua pekan maskapai pengangkut kargo ini mengalami ganguan sebanyak dua kali. Yang teranyar pesawat Trigana Air tipe Boeing 737 PK YSC dengan tujuan Banjarmasin mengalami ganguan pada mesin dan terpaksa melakukan return to base atau putar balik ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Sedangkan insiden kedua yakni tergelicirnya pesawat kargo Trigana Air PK-YSF ketika hendak mendarat pada landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (20/3/2021) pekan lalu.

Atas kejadian ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto melaporkan kalau DKPPU juga sedang melakukan inspeksi terhadap maskapai tersebut.

"Kita inspeksi, sesuai aturan dan prosedurnya. DKPPU sudah punya protapnya," kata Novie ketika dihubungi merdeka.com Sabtu (27/3/2021).

Novie mengatakan kalau proses inspeksi itu masih berjalan dan akan dilakukan secara menyeluruh sesuai oleh Tim DKPPU.

"Sedang berjalan untuk dilakukan cek menyeluruh," kata Novie.

Tergelincir

Sebelumnya, insiden tergelincirnya pesawat kargo maskapai Trigana Air pada Sabtu (20/3/2021) pekan lalu terjadi setelah pesawat 2 menit mengudara dan pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal keberangkatan atau return to base .

Hal itu disampaikan, Manajer Hubungan Masyarakat Airnav Indonesia Yohanes Harry Douglas Sirait menyampaikan alasan pesawat meminta return to base karena ada masalah teknis.

"Pesawat angkutan barang Trigana Air dengan registrasi PK-YSF rute Jakarta Halim Perdanakusuma - Makassar Sultan Hasanuddin melakukan prosedur return to base (kembali ke bandara asal keberangkatan), 2 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta dikarenakan adanya kendala teknis," ucap Yohanes, Sabtu (20/3).

Tepat setelah mendarat, imbuhnya, pesawat tergelincir ke arah kanan runway dan menyebabkan runway terblokir dan tidak dapat digunakan untuk operasional penerbangan.

Dari kejadian tersebut, petugas ATC AirNav Indonesia cabang Halim memberikan pelayanan kedaruratan dengan berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II Persero, dan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma.

"AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM (Notice To Airmen) untuk penutupan runway Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dengan nomor A0693/21," ujarnya.

Dampak adanya penutupan runway, beberapa penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Reporter : Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: