Alami Muntah hingga Diare, Warga Keracunan Sate di Jambi Bertambah jadi 154 Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Korban keracunan usai makan sate di Desa Tanjung Pucuk, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (30/7) malam. Dari 79 orang menjadi bertambah 154 orang dan masih dalam penanganan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Tebo, Riana Elizabeth mengatakan, para korban dengan gejala berat telah dirawat dengan pemberian infus, dan pengobatan lainnya. Banyak yang masih mengalami mual, muntah, lemas, dan diare.

Menurut dia, pasien dengan gejala ringan, tetap diberi pengobatan sesuai dengan gejala dan keluhan yang dialami. "Untuk saat ini situasi terkendali, obat cukup, tenaga kesehatan juga cukup," kata Riana, Rabu (3/8).

Sesuai dengan data yang didapat, pasien yang dirawat jalan di Puskesmas Teluk Lancang berjumlah 64 orang. Sedangkan dirawat inap di puskesmas tersebut sebanyak 29 orang. Kemudian di klinik luar daerah yang dirawat inap 11 pasien dan dirawat jalan 42 orang.

"Dewasa 9 orang, rawat inap 29 orang, anak-anak yang dirawat inap 20 orang, rawat jalan 42 orang," kata Riana.

Pasien Pulang

Dia menjelaskan, untuk hari ini sudah 8 pasien sudah pulang dari klinik luar daerah. "Jadi ada tambahan pasien yang pulang dari Puskesmas Teluk Lancang, sebanyak 10 orang," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 79 orang keracunan saat pawai obor perayaan 1 Muharram (tahun baru Islam) 1441 Hijriah di Desa Tanjung Pucuk, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi. Puluhan orang tersebut keracunan diduga setelah makan sate.

"Kita sudah kirim beberapa sampel makanan dan minuman ke laboratorium di Jambi untuk diperiksa," kata Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega, Senin (1/8).

Reporter: Hidayat/Kontributor Jambi [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel