Alarm Bahaya, Armada Perang Rusia Bergerak Datangi Pasukan Amerika

·Bacaan 1 menit

VIVA – Puluhan kapal perang, kapal selam dan pesawat Angkatan Bersenjata Rusia (VSRF) akan segera bergerak ke Samudera Pasifik. Rusia menggerakkan armada tempurnya ke Pasifik, sebagai respons tindakan yang sama yang dilakukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces).

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency, militer Rusia akan menggelar latihan tempur dalam skala besar di Samudera Pasifik. Tercatat, ada 20 kapal perang, kapal pendukung dan kapal selam yang akan ambil bagian dalam latihan tersebut. Tak hanya itu, ada 20 pesawat militer yang juga akan ikut.

Dari pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia diketahui, latihan skala besar yang digelar pasukan Negeri Beruang Merah difokuskan untuk meningkatkan kemampuan pelacakan dan pencarian kapal selam musuh.

"Kerangka kerja latihan meliputi tugas-tugas pengelolaan satuan kekuatan (tempur) yang heterogen, pada jarak yang cukup jauh dari titik-titik pangkalan untuk perlindungan, dan pertahanan komunikasi laut (samudera)," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Serta, mengatur interaksi kelompok operasional kapal dan pesawat untuk mencari dan melacak kapal selam, serta pengelompokan kapal musuh imajiner yang dipraktikkan," lanjut pernyataan itu.

Militer Rusia menggelar latihan besar-besaran, setelah menerima informasi militer Amerika Serikat juga mengirim armada tempurnya ke Pasifik.

Sepekan sebelumnya, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengumumkan akan digelarnya latihan tempur dengan sandi Agile Dagger (Lincah Belati) 2021. Yang menjadi fokus militer Amerika dalam latihan itu adalah peningkatan kemampuan kapal selam tempur.

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) mengerahkan sejumlah kapal selam yang berasal dari Pangkalan Pearl Harbour (Hawaii), Pangkalan Bremerton (Washington) dan Pangkalan San Diego (California).

"Pasukan Kapal Selam Pasifik selalu siap. Latihan Agile Dagger 2021 memungkinkan kami menunjukkan kemampuan para pejuang kami, untuk dengan cepat mengerahkan kapal selam bersenjata ke Pasifik," ujar Laksamana Muda Jeff Jablon, Komandan Pasukan Kapal Selam Armada Pasifik Angkatan Laut AS dikutip Navy.mil.