Alasan Ayah di Medan Paksa Anaknya Usia 2 Tahun Merokok

·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu menangkap SM (28), ayah yang tegah menyuruh anaknya yang baru berusia 2 tahun untuk merokok. Aksi pelaku tersebut, sontak menjadi viral di media sosial.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, menjelaskan setelah menerima laporan resmi dari mantan istri pelaku, NH (24) pada Rabu siang, 25 Agustus 2021. Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu langsung bergerak menangkap SM.

"Setelah menerima laporan dari ibu korban. Anggota mengamankan pelaku di sekitar rumahnya di Pulo Hopur Desa Silumajang Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara," ucap Deni dalam jumpa pers di Mako Polres Labuhanbatu, Kamis 26 Agustus 2021.

Deni menjelaskan kronologi ayah menyuruh anak kandung yang masih balita untuk merokok berawal pada Rabu 18 Agustus 2021 sekira pukul 20 30 WIB. Dimana saat itu pelapor tiduran di kamar. Pelaku mengirim pesan singkat melalui WhatsApp dengan alasan anak mereka rindu mau menelpon.

"Lalu tersangka pun melakukan panggilan video ke WhatsApp pelapor dan diangkat oleh pelapor. Saat pelapor mengangkat panggilan video tersebut, tersangka berkata kepada pelapor. Lihat ini anakmu, rindu dia samamu. Kau mau lihat anakmu hancur," sebut Deni menirukan percakapan antara pelapor dan tersangka.

Kemudian, dalam percakapan video call itu. SM sempat memberikan satu batang rokok kepada bocah tak berdosa itu dan menyalakan korek api serta menyuruh korban untuk mengisap rokok sudah menyalah itu.

"Kemudian, korban pun menghisap rokok tersebut lalu korban pun langsung batuk. Tersangka mengambil rokok tersebut dari korban. Setelah itu karena pelapor tidak tahan melihat perlakukan anaknya maka pelapor melakukan screenshot lalu mematikan teleponnya," ucap Deni.

Selanjutnya, NH memosting hasil screenshoot di akun Facebook miliknya, Selasa 24 Agustus 2021. Kemudian, postingan tersebut, menjadi viral di media sosial.

"Untuk motifnya, sebagai bentuk ancaman kepada pelapor agar pelapor merasa kasihan kepada korban dan mau kembali bersatu kepada tersangka (rujuk kembali)," tutur Deni.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 89 ayat (2) sub pasal 77B dari UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak atau Pasal 45 dari UU No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga.

"Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," ungkap perwira melati dua itu.

Baca juga: Viral Anak 2 Tahun Dipaksa Ayahnya Merokok, Polisi Selidiki

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel