Alasan BBM Harus Naik, Ini Kata Pengamat

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

PLASADANA.COM - Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky mengatakan, rencana Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi sebenarnya menunjukan kegagalannya dalam mengelelola anggaran. Hal itu ditunjukan dengan melesetnya asumsi makro dalam APBN 2013.

Dalam APBN 2013, kata dia, terdapat dua indikator makro yang dapat menyebabkan perubahan harga BBM bersubsidi. Pertama, harga minyak mentah (ICP) yang dipatok US$ 100/barel. Kedua, yakni nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berkisar Rp 9.300 per dolar AS.

Dari dua indikator tersebut, sambung dia, yang menyebabkan pemerintah berencana menaikan harga BBM bersubsidi adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Hingga pertengahan April, berada pada kisaran Rp 9.717.

"Karena kita ini net importir minyak, elemahnya nilai tukar berpengaruh terhadap jumlah uang yang kita keluarkan untuk impor," ujar Yanuar di Jakarta, Kamis (2/4).

Masalahnya, kata dia, pemerintah sebenar punya peluang untuk mengantisipasi hal tersebut. Yakni, ketika dolar membanjiri Indonesia, pemerintah seharusnya membeli mata uang tersebut dan disimpan di Bank Indonesia untuk membiayai impor yang dilakukan Pertamina.

Untuk itu, kata Yanuar, menjadi sangat tidak adil ketika manajemen portofolio dari pemerintah yang sangat lemah justru masyarakat yang dibebankan. Yakni, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Mengatur dan merencanakan itu kan tugas Pemerintah, masa kegagalan menentukan asumsi akhirnya dibebankan pada masyarakat," tandasnya.

Penulis: Heru Budhiarto

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler