Alasan BKN Tak Sediakan PCR di Lokasi SKD CPNS 2021: Itu Perjudian Besar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Protokol kesehatan (prokes) ketat jadi salah satu syarat utama pelaksanaan SKD CPNS 2021 mulai 2 September mendatang. Nantinya, peserta wajib melakukan swab test RT PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif/non-reaktif sebelum mengikuti ujian.

Menanggapi kebijakan ini, banyak calon peserta yang mempertanyakan syarat tersebut secara virtual sembari mengeluhkan harga tes PCR dan rapid antigen yang dianggap masih tinggi. Banyak diantaranya yang kemudian mengusulkan untuk disediakan fasilitas tes pengecekan di titik lokasi (tilok) ujian SKD CPNS.

Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan usulan itu sulit terpenuhi. Deputi Bidang Sistem Informasi dan Kepegawaian BKN Suharmen menceritakan, sebetulnya dirinya sudah mendiskusikan wacana penyediaan tes PCR atau rapid antigen dalam rapat koordinasi pelaksanaan SKD CPNS 2021, Rabu (25/8/2021) pagi.

"Sebetulnya kalau saya sendiri dari Panselnas sangat mendorong itu bisa dilakukan. Sehingga kalau peserta tadi misalnya dia tidak bisa mendapatkan hasil PCR atau antigen di tempat tes sebelumnya, maka dia bisa melakukan antigen di tempat itu," tuturnya dalam sesi teleconference, Rabu (25/8/2021).

"Hanya saja tentu ini gambling-nya akan besar. Kenapa? Kalau yang bersangkutan kemudian dia mengikuti antigen dan hasilnya positif, maka tentu yang bersangkutan harus kembali," dia menegaskan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Setimpal

Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi diikuti 2.162 peserta. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi diikuti 2.162 peserta. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Menurut dia, pengorbanan itu terkesan tidak setimpal jika peserta SKD CPNS harus pulang ke rumah karena positif Covid-19. Meskipun, Suharmen menambahkan, BKN juga sebenarnya telah menyediakan ruang khusus terpisah bagi peserta positif Covid-19 untuk tetap bisa ujian sesuai jadwal.

Tapi, dia menilai, peserta jelas tidak akan merasa nyaman jika harus tetap mengerjakan soal SKD CPNS sembari berjuang melawan virus corona di dalam diri. Terlebih tempat ujian terpisah itu harus berada di ruangan terbuka dan tidak memakai AC.

"Jadi mereka tinggal memilih, apakah mereka akan ujian dengan kondisi yang tidak nyaman seperti itu di ruangan yang tidak nyaman, karena memang persyaratan untuk orang yang positif Covid-19 ruangannya harus terbuka, dan sirkulasi udaranya harus bener-bener bebas," tuturnya.

"Pilihannya ada di mereka. Kalau mereka memaksa harus ya kami akan tempatkan di lokasi yang memang diperuntukkan bagi mereka yang positif Covid-19," tandas Suharmen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel