Alasan Brad Winderbaum Angkat What If Jadi Serial

·Bacaan 3 menit

VIVA – Brad Winderbraum merupakan salah satu eksekutif produser di Marvel Studio. Brad diketahui sukses menggarap film blockbuster Thor:Ragnarok yang dibintangi oleh Chris Hemsworth dan Cate Blanchett yang tayang pada 2017 lalu.

Kini, Brad Winderbaum terlibat dalam series What If, series antologi keluaran Marvel yang terinspirasi dari ontologi komik Marvel yang diluncurkan pada tahun 1997 dengan judul yang sama. Brad Winderbaum menjadi 'otak' dibalik adaptasi komik tersebut ke layar lebar.

Lantas apa alasan Brad untuk mengangkat What If menjadi series? Dijelaskan Brad ide untuk mengangkat What If menjadi series sudah ada sejak lama. Tetapi dia dan timnya tidak pernah merassa memiliki referensi yang cukup untuk itu.

"Buku komik memiliki 30, 40, 50, 60 tahun komik sebelum mereka berputar ke petualangan baru, tetapi di sisi lain dari Infinity Saga, dengan kesempatan yang diberikan Disney+ kepada kami untuk membuat pertunjukan, itu memicu kami. Kevin Feige dan saya, begitu kami mulai membicarakannya, semuanya muncul dengan sangat cepat karena itu adalah ide yang sangat menginspirasi. Itu sangat menyenangkan untuk meninjau kembali pekerjaan yang telah dilakukan studio di masa lalu dan remix untuk penonton baru," kata Brad dalam virtual roundtable Asia Pacific What If, Senin 2 Agustus 2021.

Brad juga menjelaskan alasan mengapa saat ini menjadi waktu yang tepat bagi dia dan timnya untuk merilis What If. Hal ini lantaran dia dan tim akhirnya memiliki cukup banyak cerita untuk dapat mengarangnya, mengubahnya dan memindahkan potongan-potongannya, serta bermain dengan cerita yang telah diceritakan di masa lalu dengan cara yang benar-benar baru.

"Dalam hal animasi, kami benar-benar ingin menjelajahi ketidakterbatasan Multiverse dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah menjadi tidak terbatas dan animasi sebagai media secara inheren tidak terbatas. Jika Anda bisa melihatnya, Anda bisa melakukannya. Begitulah What If menjadi proyek animasi pertama kami," kata Brad.

Brad Winderbaum juga menjelaskan, butuh waktu tiga tahun untuk proses pembuatan What If.

"Saya bertemu dengan Bryan hampir tiga tahun yang lalu, jadi dari konsep menjadi pertunjukan yang sepenuhnya animasi membutuhkan waktu tiga tahun. Kabar baiknya adalah saya pikir itu adalah konsep yang menurut banyak orang menginspirasi. Dari perspektif kreatif, semua mitra saya di acara itu membutuhkan sangat sedikit untuk menghidupkan mesin mereka. Idenya sangat menarik untuk kembali ke kotak pasir dan bermain dengan mainan lama ini dengan cara baru yang menginspirasi untuk ditonton," kata Brad.

Selain itu, Brad menceritakan, What If merupakan series yang berbeda dibanding dengan yang pernah dikerjakannya. Hal ini lantaran, What If adalah series animasi pertama garapannya.

"Saya selalu menjadi produser live action, jadi ini adalah proyek animasi pertama saya. Saya adalah pemula untuk ini. Ketika proses dimulai, sepertinya saya telah tumbuh menjadi sangat bersemangat merasa ini adalah bentuk seni yang luar biasa untuk diceritakan dan saya sangat menantikan untuk membuat lebih banyak proyek animasi studio," kata Brad.

Dia menjelaskan, dalam hal tantangan, perbedaan terbesar antara live action dan animasi adalah terkait dengan seberapa awal dirinya perlu mengunci cerita. Jika dalam live action, dirinya akan membuat skrip dan animasi lalu masuk ke dalam tahap produksi dengan maksud untuk mencapai sasaran.

"Tetapi, banyak hal dapat berubah dan Anda harus berimprovisasi sepanjang waktu, dan Anda akan berakhir di editorial, di mana Anda harus memiliki kesempatan untuk membangun sesuatu dari bawah ke atas pada saat itu dalam proses dengan alat dan elemen yang pada akhirnya Anda miliki," kata Brad.

Berbeda dengan live action, untuk animasi dirinya perlu mengunci cerita sejak awal karena cerita itu yang akan diproduksi dan menjadi bidikan animasi yang sepenuhnya terwujud.

"Jadi mampu membuat keputusan di awal tanpa jaring pengaman untuk mengubahnya di tahap akhir pasca produksi adalah tantangan terbesar," kata dia.

Untuk diketahui, Series What If keluaran Marvel Studio tayang pada Selasa 11 Agustus 2021. What If merupakan serial antologi yang terinspirasi dari antologi komik Marvel yang diluncurkan pada tahun 1997, berjudul sama What If.

Series What If akan menampilkan beberapa karakter favorit seperti Peggy Carter, T'Challa, Doctor Strange, Killmonger, Thor, dan lainnya. Baru-baru ini, produser eksekutif What If, Brad Winderbaum menceritakan tentang pengalamannya dalam menggarap series ini.

What If disutradarai oleh Bryan Andrews dengan AC Bradley sebagai penulis utama dan Brad Winderbaum sebagai produser eksekutif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel