Alasan Bulog Tak Optimal Serap Hasil Panen Petani

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan Bulog mampu menyerap banyak beras dari petani saat panen untuk cadangan beras pemerintah (CBP). Hanya saja Bulog terganjal sejumlah aturan yang telah ditetapkan pemerintah seperti kadar air hasil panen.

"Aturannya sudah ditentukan karena ini untuk CBP ada aturannya, kadar air misal sekian," kata Buwas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5).

Buwas alias Budi Waseso mengatakan Bulog memiliki kemampuan menyerap beras dari petani hingga 3,6 juta ton. Beberapa waktu lalu bahkan Bulog mampu menyerap 3,1 juta ton beras dari seluruh Indonesia.

Dari serapan beras tersebut setiap tahunnya ada 2,6 juta ton yang disalurkan melalui program bantuan sosial pemerintah. Namun, sejak tahun 2019, program restra tersebut sudah tidak ada. Sehingga stok cadangan beras yang ada di Bulog tetap menumpuk.

"Kita buat apa serap, kalau enggak ada penyalurannya," kata dia.

Cadangan beras yang ada saat ini pun hanya digunakan untuk kebutuhan operasi pasar sebesar 185 ribu ton. Lalu untuk kebutuhan bencana alam 600 ribu ton.

Maka, untuk dapat menyerap beras dari petani dan menjaga kualitas beras di gudang, Bulog membutuhkan kebijakan baru. Regulasi yang menciptakan penyaluran beras di gudang Bulog.

Bila tidak menemukan solusi, beras petani tidak terserap. Kalau terpaksa diserap, maka stok beras akan terus menumpuk dan rusak tak bisa dipakai.

"Memang ini akan berulang selama belum solusi di hilirnya belum ada," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Bos Bulog: Sampai Akhir 2021 Tak Ada Impor Beras

Petani saat menjemur padi usai dipanen di persawahan kawasan Rorotan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,4 juta ton beras. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petani saat menjemur padi usai dipanen di persawahan kawasan Rorotan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,4 juta ton beras. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir tahun 2021. Alasannya cadangan beras pemerintah (CBP) sudah terpenuhi.

"Sampai akhir tahun ini Bulog tidak akan impor beras dari luar negeri karena kebutuhan CBP ini sudah terpenuhi," kata Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5).

Buwas, sapaannya menjelaskan, sampai akhir bulan Mei 2021, cadangan beras bulog mencapai 1,5 juta ton. Penyerapan beras dari petani pun masih berlanjut hingga bulan Juni mendatang.

"Bulog ini punya stok yang mendekati 1,5 juta ton sampai bulan ini. Kita masih mungkin serap sampai Juni dan bulan Mei ini masih bisa bertambah," tuturnya.

Selain itu, pada bulan Agustus dan September, masih ada ada panen padi gadu di sejumlah wilayah. Sehingga dia memastikan cadangan beras sampai akhir tahun ini masih aman.

"Agustus, September ini akan ada panen gadu, jadi CBP ini sudah terpenuhi. Jadi kita bisa jamin sampai akhir tahun tidak ada impor beras," kata dia.

Sebagai informasi, padi gadu merupakan padi yang dipanen pada musim kemarau. Penanaman padi gadu sering mengalami kekurangan air pada fase primordia yakni pada bulan Juni dan Juli.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel