Alasan Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM: Picu Ledakan PHK

Merdeka.com - Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun Solar yang ditetapkan pemerintah pada Sabtu (3/9). Dengan penyesuaian ini, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter.

Kemudian, harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. Pertamax juga ikut naik dari Rp 12.500 menjadi jadi Rp 14.500 per liter.

Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, penyesuaian harga BBM subsidi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang PHK massal. Menyusul, naiknya biaya operasional perusahaan akibat mahalnya harga BBM subsidi.

"Dengan naiknnya BBM maka ongkos energi industri akan meningkat. Hal itu bisa memicu terjadinya ledakan PHK," ujar Said Iqbal di Jakarta, Jumat (9/9).

Selain PHK massal, lanjut Said Iqbal, kenaikan harga BBM subsidi tersebut juga berpotensi menurunkan daya beli kaum buruh. Mengingat, saat ini buruh sudah dibebani atas mahalnya harga pangan.

"Kenaikan BBM tersebut akan menurunkan daya beli yang sekarang ini sudah turun 30 persen akibat kebutuhan pangan pokok meroket. Dengan BBM naik, maka daya beli akan turun lagi menjadi 50 persen," bebernya.

Maka dari itu, KSPI mendesak pemerintah untuk membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM subsidi. Pihaknya mengancam akan menggelar demo lanjutan jika tuntutan tersebut diabaikan.

"Bilamana (tuntutan) tidak didengar pemerintah, KSPI akan mengorganisir aksi lanjut dengan mengusung isu; tolak kenaikan harga BBM, tolak omnibus law, dan naikkan upah tahun 2023 sebesar 10 persen sampai 13 persen," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga BBM pada Sabtu (3/9). Penyesuaian harga baru BBM dimulai pada pukul 14.30 WIB.

"Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini jadi akan berlaku pada pukul pada 14.30 Waktu Indonesia Bagian Barat," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat konferensi Pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9).

Berikut harga BBM usai diumumkan kenaikan harga;

1. Pertalite dari Rp7.650 perliter menjadi Rp10.00 per liter.

2. Solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

3. Pertamax non subsidi dari Rp12.500 perliter menjadi Rp14.500 per liter. [ray]