Alasan Dimas Djay peduli pada masalah lingkungan

·Bacaan 1 menit

Dimas Djayadiningrat adalah salah satu publik figur yang sangat peduli dengan masalah kelestarian lingkungan, bahkan dia sudah memilah sampah sejak lama.

Pria yang akrab disapa Djay ini mengatakan memiliki dua alasan utama menjadi lebih peduli pada masalah lingkungan. Pertama, dia ingin tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang tidak bisa menjaga kebersihan seperti membuang sampah sembarangan di tempat-tempat wisata.

Djay melihat banyak tempat wisata alam yang kotor, rusak dan banyak sampah lantaran pengunjungnya tidak sadar lingkungan.

Alasan kedua adalah Djay ingin sang anak berperilaku sadar lingkungan. Salah satunya caranya adalah dengan memberi contoh nyata kepada anaknya lewat memilah sampah, tidak membuang sampah sembarangan dan sebisa mungkin zero waste.

"Jadi sebetulnya semua berdasarkan pengalaman empirik saya. Saya juga pengin anak saya jadi generasi sadar sampah. Menurut saya ini bukan pekerjaan satu-dua orang atau pemerintah," ujar Djay dalam webinar "Unilever Indonesia Dorong Peran Aktif Masyarakat untuk Restorasi Ekosistem Melalui #GenerasiPilahPlastik" pada Selasa.

Untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan bukanlah hal yang mudah. Namun hal pertama yang wajib dilakukan adalah dari diri sendiri.

Djay mengatakan memilah sampah bukanlah yang mudah dan butuh usaha lebih, apalagi jika seseorang terbiasa untuk membuang sampah seadanya.

"Yang paling penting adalah ikhlas karena ngerjain ini ada effort. Harus ikhlas dalam melakukan reduce atau mengurangi, reuse atau memakai ulang atau recycle. Tapi itu kan buat kebaikan kita juga, makanya harus dimulai dari mental dulu untuk bertekad, ini akan mudah untuk mengerjakannya," kata Djay.

Baca juga: Dimas Djayadiningrat Kembali ke Film Lewat "Quickie Express"

Baca juga: Pandemi tak surutkan gaung advokasi menanam pohon

Baca juga: Candi Prambanan dihijaukan ribuan semak berbunga dan pohon

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel