Alasan Emiten Himpun Dana Melalui Private Placement

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penghimpunan dana melalui private placement atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) menjadi pilihan sejumlah emiten yang ingin mengumpulkan dana.

Melihat hal ini, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Tama menyebut, salah satu alasan emiten memilih private placement karena tak ada bunga yang harus dibayarkan.

"Memang emiten yang melakukan private placement, memilih hal ini karena kalau pinjam dana di bank pasti ada bunga yang harus dibayarkan," ujar dia kepada Liputan6.com, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, ada berbagai hal yang membuat emiten harus melakukan ini. Namun, Nafan menyebut umumnya emiten melakukan private placement karena ingin melakukan pengembangan bisnis atau membayar utang.

"Tentu saja emiten harus terbuka, buat apa dia melakukan private placement, lalu bisa dijelaskan dengan baik juga bagaimana kinerja fundamental perusahaan. Hal ini penting dilakukan," ujar dia.

Dari awal 2021 hingga saat ini terdapat sejumlah emiten yang melakukan private placement. Terbaru, PT MNC Land Tbk (KPIG) akan melakukan hal ini.

Dalam keterangannya, perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak 10 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah saham baru yang diterbitkan itu setara 8.062.572.666 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Perseroan akan menggunakan dana dari private placement itu untuk membiayai pengembangan dan pembangunan proyek di kawasan ekonomi khusus (KEK) MNC Lido City.

Penghimpunan Dana Melalui Penerbitan Saham Baru Capai Rp 5,26 Triliun

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total fund raised atau penghimpunan dana melalui penerbitan right issue dan private placement pada awal Maret 2021 mencapai Rp 5,26 triliun. Angka ini meningkat sebesar 77,54 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020 yaitu Rp 2,96 triliun.

Rinciannya, terdapat 3 perusahaan tercatat yang telah melakukan right issue dengan total fund raised sebesar Rp 1,83 triliun dan 4 perusahaan tercatat yang telah melakukan private placement dengan total fund raised sebesar Rp 3,43 triliun.

“Sehingga total fund raised melalui penerbitan right issue dan private placement pada awal Maret 2021 adalah sebesar Rp 5,26 triliun,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Gede Nyoman Yetna kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Selain itu, BEI juga mencatatkan ada 17 perusahaan yang akan melakukan right issue, dan 7 perusahaan yang akan melakukan private placement (telah memperoleh persetujuan RUPS) dalam pipeline pencatatan saham Bursa per 8 Maret 2021.

Berdasarkan data sampai dengan awal Maret 2021, jumlah fund raised baik dari penerbitan ekuitas maupun efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) meningkat jika dibandingkan dengan Maret 2020.

Jumlah penghimpunan dana dari penerbitan ekuitas per Maret 2021 meningkat 21,41 persen. Dari Rp 6,62 triliun pada Maret 2020, menjadi sebesar Rp 8,03 triliun pada Maret 2021.

"Demikian juga jumlah fund raised dari penerbitan EBUS per Maret 2021 juga mengalami peningkatan 22,32 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020. Di mana sebelumnya adalah sebesar Rp 196,09 triliun menjadi sebesar Rp 239,85 triliun,” ujar Nyoman.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel