Alasan Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN dari 143 Jadi 41

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan kembali upayanya untuk membenahi struktur BUMN di Indonesia. Salah satunya melalui pemangkasan jumlah BUMN.

Dia mencontohkan, dari 143 perusahaan BUMN yang ada menurutnya terlalu banyak dan tidak efektif, ternyata hanya 10 BUMN saja yang dividennya besar kepada negara.

"Saatnya kita merapikan 143 BUMN. Karena toh dividennya (kepada negara) itu cuma dari 10 BUMN saja," kata Erick dalam telekonferensi di acara Halal Bil Halal Majelis Nasional KAHMI, dikutip Rabu 16 Juni 2021.

Baca juga: Pembayaran Terus Ditunda, PHRI Setuju Setop Layanan Isolasi Mandiri

Erick menambahkan, dari jumlah BUMN yang ada itu, ternyata cukup banyak BUMN yang tidak sehat dari sisi perusahaan dan hanya menjadi sapi perah saja bagi segelintir orang.

"Kalau jumlahnya banyak tapi banyak yang enggak sehat, enggak ada hasilnya. Akhirnya jadi apa? Jadi sapi perah," ujar Erick.

Karenanya, Erick pun menyatakan bahwa dari 143 BUMN, hanya akan tersisa 41 BUMN saja dalam 12 klaster yang ada. Hal tersebut harus dilakukan oleh Kementerian BUMN, sebagai langkah efisiensi dan upaya mengoptimalkan kinerja BUMN yang benar-benar kompeten secara bisnis.

Dia pun meminta kepada para BUMN di 12 klaster itu, agar bisa bersaing secara kompeten baik dengan perusahaan-perusahaan lokal maupun perusahaan dari luar negeri. Apalagi, lanjut Erick, dua klaster terbaik BUMN menurutnya adalah klaster perbankan dan klaster telekomunikasi.

"BUMN ini enggak usah banyak-banyak sampai 143, kita jadikan hanya 41. Dari 27 klaser tinggal 12 klaster," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel