Alasan Ganjil-Genap Akan Berlaku per Juni  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengusulkan kepada Gubernur Joko Widodo supaya menerapkan pembatasan pelat nomor di jalan utama DKI mulai akhir Juni. Ada dua alasan yang mendasari usulan itu.

Pertama, Udar Pristono menganggap persiapannya akan sangat mepet apabila diberlakukan pada bulan Maret. Ini juga tak lepas dari alasan kedua, yakni molornya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja DKI 2013. Anggaran yang belum disahkan ini mengakibatkan lelang belum bisa dilakukan.

Udar Pristono menyatakan, lelang diperkirakan baru bisa digelar pada bulan Maret. Proses lelang akan berlangsung selama 40 hari. »Baru kemudian pengadaan, terus pemasangan stiker, jadi Juni bisa jalan," kata Pristono.

Joko Widodo semula hendak menerapkan sistem ganjil-genap guna mengurai kemacetan DKI Jakarta pada Maret 2013. Namun rencana itu ditunda. Alasannya, asumsi awal APBD DKI sudah disahkan Januari 2013.

TRI ARTINING PUTRI

Baca juga

Dukungan Jokowi ke Rieke-Teten Tidak 'Nendang'

Jokowi: Kartu Jakarta Sehat Banyak Kekurangan

Aturan Genap-Ganjil Batal Berlaku Maret

Tepar, Jokowi Istirahat di Rumah Dinas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.