Alasan Google Ingin Akuisisi Waze

TEMPO.CO, California-Google akan segera mengakuisisi Waze, aplikasi navigasi gratis yang tersedia pada ponsel pintar dan komputer tablet yang memiliki GPS. Google akan membeli aplikasi buatan Israel itu lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp 9,8 triliun), menurut Wall Street Journal dan situs lainnya.

Mengapa Google rela menggelontorkan lebih dari US$1 miliar untuk membeli Waze? Berikut 3 alasan Google ingin akuisisi Waze:

Pertama, Waze merupakan aplikasi yang kolaboratif dengan pendekatan berbasis pengguna yang merepresentasikan terobosan untuk aplikasi navigasi.

Kedua, rencana membeli Waze merupakan sikap untuk mengantisipasi agar aplikasi Google Maps tidak tersaingi. Jadi, akuisisi Waze merupakan permainan persaingan yang cerdas.

Ketiga, dengan membeli Waze, Google bisa keluar dari cengkraman saingan beratnya yaitu Apple dan Facebook. Kedua perusahaan itu tengah menyaingi Google sejak beberapa bulan lalu.

Banyaknya pengguna aplikasi peta, membuat munculnya perang akuisi antar perusahaan. Facebook dilaporkan telah menawar Waze hampir US$1 miliar. Tapi, penawaran itu jatuh karena harga pembeliannya kalah dengan penawaran Google yang lebih dari US$1 miliar.

Waze yang didirikan sejak 2007 akan tetap menjadi aplikasi independen. Meski beberapa fiturnya akan digabungkan ke dalam Google Maps. Waze tersedia gratis di perangkat iPhone dan Google Android.

TIME | APRILIANI GITA FITRIA

Berita terpopuler:

Begini Tampang Manusia 100 Ribu Tahun Mendatang 

Oarfish, Ikan Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup

Ikan Pari Manta Lebih Bernilai Saat Hidup

Perang antara HTC dan Samsung di Dunia Maya

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.