Alasan Henry Yosodiningrat Minta Hidupkan Lagi Kasus Habib Rizieq

Siti Ruqoyah, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Henry Yosodiningrat, minta laporannya soal dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab untuk ditindaklanjuti lagi oleh Polda Metro Jaya. Henry mengaku hal ini dilakukan atas kemauannya sendiri, bukan karena adanya dorongan dari pihak lain.

"Jadi saya tidak ada kaitannya dengan pihak-pihak lain ya. Ketika merasa terhina dikatakan politisi yang berhaluan komunis, dikatakan memusuhi umat islam dikatakan, indekos di PDI-P, saya anggap itu menyerang kehormatan saya," kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 11 November 2020.

Henry mengaku tidak takut akan diteror orang tak dikenal terkait tindakannya ini. Seperti diketahui, laporan yang dibuat Henry pada tahun 2017 lalu adalah melaporkan akun Facebook dan Instagram yang diduga mencemarkan nama baiknya.

Untuk yang akun Instagram bernama 'Rizieq Shihab'. Maka dari itu, Henry berharap permintaannya akan ditindaklanjuti mengingat Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab telah kembali ke Tanah Air dari Arab Saudi.

"Macam-macam info bahwa saya akan diteror dan sebagainya sama sekali saya enggak takut apa pun, siapa pun," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Henry Yosodiningrat melaporkan dua akun media sosial kepada Polda Metro Jaya. Ia melaporkan akun Facebook dan Instagram atas dugaan pencemaran nama baik.

"Intinya, saya melaporkan satu yang bertanggung jawab terhadap akun Facebook satu channel dan satu lagi yang bertanggung jawab terhadap Instagram atas nama Habib Rizieq," kata Henry, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Selasa, 31 Januari 2017.

Dalam dua akun itu terdapat foto disertai kata-kata yang menyebutkan dia adalah politikus berhaluan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia juga dituduh memusuhi umat Islam, karena berhaluan komunis.

Henry menganggap, tuduhan itu adalah fitnah yang sangat keji. Dia tak berpikir dua kali untuk melaporkan fitnah itu kepada polisi demi kehormatannya. "... dan, agar tidak terjadi perpecahan, karena bisa terjadi terbelah kita ini," ujarnya.

Ia pun meminta Kepolisian menelusuri siapa di balik dua akun itu. Ia tidak menuduh siapa pun meski dalam akun Instagram itu menggunakan nama Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI). "Biarkan penyidik yang melakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Anggota Komisi II DPR itu. (ase)

Baca juga: Jenderal Sutanto, Kapolri Teman Seangkatan SBY yang Kontroversial