Alasan Investor Asing Belanja Saham Selama Dua Hari Saat IHSG Tergelincir

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) catatkan penurunan selama tiga hari berturut-turut pada pekan ini. Meski demikian, investor asing masih melakukan aksi beli dalam dua hari.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 27 Januari 2021, IHSG melemah 31 poin atau 0,50 persen ke posisi 6.109,17. Secara year to date, IHSG naik 2,18 persen.

Ada 357 saham melemah sehingga menekan IHSG. 141 saham menguat dan 136 saham diam di tempat. IHSG sempat di level tertinggi 6.154,60 dan terendah 5.998,89. Total volume perdagangan saham 19,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,6 triliun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing jual saham Rp 6,78 miliar pada Rabu, 27 Januari 2021.

Sebelumnya, investor asing melakukan aksi beli Rp 159,70 miliar pada 25 Januari 2021 dan Rp 346,55 miliar pada 26 Januari 2021.

Melihat hal tersebut, Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen Edwin Sebayang mentakan, penurunan IHSG yang terjadi justru mampu menarik minat investor asing untuk investasi.

"Iya justru semakin turun IHSG semakin menarik. Karena semakin rendah, sehingga opportunity bagi investor asing semakin besar untuk masuk," kata Edwin kepada Liputan6.com, Rabu (27/1/2021).

Selain itu, Edwin menuturkan bila Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi incaran investor asing untuk investasi jangka panjang.

"Kedua, investor asing ini likuiditas besar banget, dan mereka sedang memilih, salah satu tujuan marketnya adalah Indonesia. Mangkanya dalam riset totaly pagi ini saya mengatakan investor lokal semakin galau sementara investor asing masuk," tutur Edwin.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menilai, investor asing beli saham karena prospek positif dari efek sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga pengelolaan investasi. Dengan SWF itu, Landar melihat, peluang investor asing untuk investasi proyek pemerintah di Indonesia.

"Penerapan omnibus lawa juga diperkirakan dapat memulihkan kompetensi Indonesia di kancah ASEAN dalam segi infrastruktur,” kata dia.

Sedangkan investor asing jual saham Rp 6,78 miliar pada Rabu, 27 Januari 2021, Lanjar menilai lantaran investor domestik kembali optimistis setelah IHSG sentuh level 6.000.

Penutupan IHSG pada 27 Januari 2021

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah pada perdagangan saham Rabu, 27 Januari 2021. Meski demikian, investor asing masih catatkan aksi beli.

Mengutip data RTI, IHSG turun 31 poin atau 0,50 persen ke posisi 6.109,16. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,39 persen ke posisi 963,13. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. Sebanyak 357 saham melemah sehingga menekan IHSG. 141 saham menguat dan 136 saham diam di tempat.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham pertanian menguat 2,48 persen, dan memimpin penguatan, sektor saham infrastruktur naik 1,82 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 1,51 persen.

Sementara itu, sektor saham tambang melemah 1,84 persen, dan catatkan penurunan terbesar, sektor saham aneka industri turun 1,55 persen dan sektor saham manufaktur 1,25 persen.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.154,60 dan terendah 5.998,89. Total frekuensi perdagangan 1.410.604 kali dengan volume perdagangan 19,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 109,66 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.033.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini