Alasan Kapolri Bubarkan Satgassus usai Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Satgassus (Satuan Tugas Khusus) resmi dibubarkan menyusul Irjen Ferdy Sambo ditetapkan tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Alasannya, karena saat ini dinilai sudah tidak lagi efektif.

Demikian diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo.

"Alasan bahwa menurut pertimbangan staf, untuk efektifitas kinerja organisasi maka lebih diutamakan satker-satker (Satuan Kerja) yang menangani macam-macam kasus sesuai tupoksinya," kata Dedi saat jumpa pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/8).

"Sehingga Satgassus dianggap tidak perlu lagi dan dihentikan," sambungnya.

Sebelumnya, Dedi mengatakan jabatan Kepala Satgassus merupakan jabatan non-struktural yang ada di Divisi Propam Polri. Sehingga, Irjen Ferdy Sambo dinonaktifkan dari jabatan struktural sebagai Kadiv Propam Polri, secara otomatis tidak lagi menjabat sebagai Kepala Satgassus.

"Setelah jabatan struktural dinonaktifkan maka jabatan non-struktural juga sudah tidak aktif," ujar Dedi.

Satgassus sendiri merupakan jabatan nonstruktural di Korps Bhayangkara. Tercatat, Satgassus Merah Putih pertama kali dibentuk pada tahun 2019 oleh Jenderal Tito Karnavian yang saat itu menjabat Kapolri.

Sedangkan, Irjen Ferdy Sambo memimpin Satgassus Merah Putih pada 20 Mei 2020 lewat Sprin/1246/V/HUK.6.6/2020. Saat itu Irjen Sambo masih mengisi posisi sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. [rhm]